Jalan Panjang dan Proses Berat Menjadi Idol di Korea Selatan

Jalan Panjang dan Proses Berat Menjadi Idol di Korea Selatan

Naviri Magazine - Banyak orang yang kagum pada artis-artis Korea, khususnya mereka yang tergabung dalam grup idol. Masing-masing mereka memiliki kemampuan yang lengkap, dari menyanyi, menari, main film, menciptakan lagu, dan lain-lain. Bagaimana mereka bisa memiliki talenta yang lengkap semacam itu? Jawabannya adalah pelatihan yang berat, lama, sekaligus mahal.

Pelatihan adalah formula paling umum yang dipakai banyak perusahaan untuk membuat grup baru. Mereka menyeleksi calon anggota lewat berbagai mekanisme seperti audisi internal, atau memilih individu-individu potensial secara acak. Calon anggota terpilih lalu menjalani pelatihan jangka panjang, bahkan ada yang sampai belasan tahun sebelum akhirnya debut sebagai sebuah grup idola.

Mekanisme semacam ini menelurkan idola-idola berkualitas dan matang. Jadi, jangan heran ketika seorang idol yang lahir dari pelatihan mampu menyanyi, menari, menciptakan lagu, main alat musik, berlaku dalam seni peran, bahkan menjadi pembawa acara. Tapi untuk menciptakan investasi hiburan semacam ini, perusahaan harus rela mengeluarkan biaya yang besar.

“Asrama, makan, dan pelajaran selama pelatihan. Bahkan saat trainee tidak melakukan apa-apa, mereka menelan biaya sekitar 30 juta won,” tulis laman Soompi.

Setelah debut, agensi masih harus membuang uang sekitar 100 juta won per bulan selama masa tunggu promosi, hingga artisnya masuk di acara musik seperti “Music Bank”. Tidak semua penyanyi atau grup idola bisa muncul di acara musik di sana. Setiap minggu, staf produksi menerima berbagai demo album untuk diseleksi, kemudian ditampilkan dalam program.

“Seringkali kami hanya menampilkan grup yang sudah diakui,” kata seorang sumber di belakang layar acara musik Korea, kepada Soompi.

Karena tidak semua agensi punya modal cukup, banyak agensi kecil memberlakukan masa pelatihan singkat kepada artisnya. Ada dua hal tak tertulis yang disepakati bersama agar grup baru mencapai kesuksesan: Debut dari salah satu dari tiga agensi besar seperti YG, SM, dan JYP Entertaiment, atau mengikuti program kompetisi.

Pilihan terakhir kini banyak diambil sebagai solusi. Agensi enggan menjual bakat artisnya kepada perusahaan lain yang lebih besar, tapi dana mereka terbatas. Akhirnya mereka pilih membagi keuntungan jangka pendek kepada pihak penyelenggara kompetisi. Ditambah, dengan cara ini idol bisa mendapat popularitas instan tanpa harus membangun basis penggemar selama bertahun-tahun seperti grup idola umumnya.

“Trennya dimulai sejak tahun 2016, ketika musim pertama 'Produce 101' menghasilkan I.O.I,” ulas laman musik, Billboard.

Selain I.O.I dan Wanna One, idola lain yang lahir dari proyek instan semacam ini adalah UNB dan Rainz. Mereka semua dibentuk dari acara Produce 101 atau acara kompetisi serupa, The Unit.

Baca juga: Ini 5 Artis Indonesia yang Kematiannya Dianggap Misterius

Related

Entertaintment 8060381609881219703

Recent

item