Kawanan Lebah Ganas Menyerang Klaten, 7 Orang Tewas

Kawanan Lebah Ganas Menyerang Klaten, 7 Orang Tewas

Naviri Magazine - Manusia hidup berdampingan dengan cukup banyak hewan, baik hewan yang memang dipelihara semisal ayam, maupun hewan yang tidak dipelihara semisal capung, aneka serangga, hingga lebah.

Lebah selalu diidentikkan dengan madu dan sengatan. Sebagai serangga yang menghasilkan madu dengan berbagai khasiat dan rasa yang manis, lebah juga memiliki sengat yang tajam.

Meski beberapa sengatan lebah dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, namun ada juga yang memiliki sengatan berbahaya. Bahkan bisa mengakibatkan kematian bagi orang yang disengat.

Salah satu lebah yang memiliki sengatan sangat berbahaya adalah jenis Vespa Affinis. Lebah ini juga biasa disebut sebagai Tawon Ndas. Kehadirannya di lingkungan sekitar, terlebih jika membuat sarang di dalam rumah, menjadi momok sangat meresahkan bagi orang yang berada di sekitarnya.

Beberapa waktu lalu, sempat heboh adanya serangan lebah jenis ini di Klaten. Berikut fakta-fakta di balik serangan Tawon Ndas di Klaten yang meresahkan warga.

Menewaskan 7 orang

Tewasnya 7 orang di Klaten akibat disengat lebah jenis Vespa Affinis, tentu membuat banyak orang resah. Tercatat, 2 orang tewas pada 2017 akibat disengat Tawon Ndas. Di tahun berikutnya, kasus serupa kembali terjadi, dan semakin meningkat. Diketahui ada 5 orang tewas setelah disengat Tawon Ndas.

Sebanyak 424 sarang tawon dimusnahkan 

Meresahkan warga setempat hingga menewaskan 7 orang dalam kurun waktu 2 tahun, petugas pemadam kebakaran (Damkar) pun kemudian mengambil langkah pemusnahan terhadap keberadaan sarang tawon yang berada di lingkungan sekitar pemukiman.

Pada 2017, sebanyak 217 sarang Tawon Ndas dimusnahkan. Sementara pada 2018, petugas Damkar memusnahkan 207 sarang. Total sarang yang telah dimusnahkan selama 2 tahun terakhir sebanyak 424.

Pada 2019, yang baru berjalan kurang dari setengah bulan, sebanyak 18 sarang Tawon Ndas dimusnahkan. Sementara itu, 22 sarang masih dalam antrean untuk dimusnahkan.

Pemusnahan dilakukan menjelang malam

Petugas melakukan evakuasi pemusnahan sarang lebah yang meresahkan warga Klaten pada waktu petang menjelang malam, selepas magrib. Waktu itu dipilih lantaran Tawon Ndas tidak terlalu agresif saat menjelang malam, sehingga tidak terlalu membahayakan saat dievakuasi.

Sementara cara yang dilakukan dalam pemusnahan adalah dengan membakar atau menggunakan zat. Kedua cara itu dilakukan dengan menyesuaikan medan lokasi keberadaan tawon. Biasanya, mereka bersarang di pohon, batu, lemari, hingga atap rumah-rumah penduduk.

Persebaran sarang Tawon Ndas di Klaten

Pada 2017, Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, sedikitnya terdapat 24 kecamatan menjadi tempat persebaran sarang lebah beracun mematikan ini.

Adapun 24 kecamatan itu meliputi Kecamatan Ceper, Trucuk, Pedan, Cawas, Wedi, Kebonarum, Klaten Utara, Gantiwarno, Karangnongko, Juwiring, Karangdowo, Klaten, Jogonalan, Ngawen, Tulung, Klaten Tengah, Jatinom, Bayat, Karanganom, Delanggu, Wonosari, Manisrenggo, Prambanan, Kalikotes, dan Polanharjo.

Sementara pada tahun 2018, sarang tawon paling banyak ditemukan di Kecamatan Klaten Utara.

Sosialisi bahaya serangan Tawon Ndas 

Bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pihak Damkar Klaten akan mengadakan sosialisasi tentang pencegahan dan tata laksana penanganan terhadap serangan lebah jenis Vespa Affinis.

Rencananya, sosialisasi itu akan digelar di Pendopo Pemkab Klaten pada Senin (14/1). Seluruh kepala desa, SKPD, camat se-kabupaten Klaten, dan segenap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di wilayah Solo Raya, akan diundang dalam sosialisasi tersebut.

Baca juga: Ribuan Jangkrik Hitam Menyerbu Masjidil Haram, Warga Makkah Gempar

Related

World's Fact 3561489704500233729

Recent

item