Perlu Tahu, Memanaskan Mesin Motor Jangan Lebih dari 5 Menit!

 Perlu Tahu, Memanaskan Mesin Motor Jangan Lebih dari 5 Menit!

Naviri Magazine - Memanaskan mesin sepeda motor banyak dilakukan orang, khususnya saat pagi hari, saat motor akan dipakai untuk berkendara. Biasanya, ada yang memanaskan motor sampai lama sekali, sampai suaranya meraung-raung.

Aktivitas memanaskan sepeda motor sebelum digunakan, perlu dilakukan untuk menjamin oli melumasi semua bagian dalam mesin. Meski begitu, sebenarnya aktivitas ini sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Hal ini dijelaskan kepala bengkel Astra Motor Center Jakarta, Rendra Kusumah.

"Motor memang harus dipanaskan sebelum dipakai. Idealnya di bawah lima menit. Khususnya motor injection," jelasnya.

Hal ini karena, berbeda dengan motor yang masih menggunakan karburator, motor keluaran terbaru menekan tombol start satu kali sudah cukup untuk mengalirkan oli ke seluruh bagian mesin.

Meski begitu, pada motor yang masih menggunakan karburator pun sebenarnya juga tidak disarankan untuk memanaskan mesin terlalu lama. Pemilik sepeda motor lebih baik memaksimalkan penggunaan choke. Sehingga, ketika motor sudah menyala dan oli sudah mengalir, proses pemanasan mesin pun juga hanya perlu waktu singkat, kurang dari lima menit.

Jika mengabaikan hal ini, dan pemilik sepeda motor masih sering memanaskan motornya terlalu lama, dampak paling mudah akan terlihat pada komponen kendaraan seperti leher knalpot.

"Kalau motor dipanasin terlalu lama, itu bukannya baik tapi malah kurang baik, terutama untuk knalpot. Biasanya jadi cepat menguning, atau kalau knalpotnya krom jadi ada warna pelangi," tambah Rendra.

Selain itu, pada motor yang dipanaskan terlalu lama, bohlam pada lampu utama juga bisa terlalu panas, karena tidak ada sirkulasi udara, dan yang paling fatal bisa membuat mika lampunya meleleh.

Selain itu, pada motor yang masih terdapat kick starter alias engkol, Rendra juga punya saran tersendiri. Banyak pemilik kendaraan yang biasanya mengengkol kendaraannya ketika kunci kontak belum 'on' untuk membantu sirkulasi bensinnya.

Hal ini boleh saja dilakukan jika memang motor sulit dihidupkan, tapi tidak boleh terlalu berlebihan karena bisa menyebabkan knalpot seperti 'menembak'.

"Saya pernah dapat keluhan knalpot nembak. Setelah dicari tahu, ternyata pemiliknya kalau engkol sampai 10 kali sebelum mesin dihidupkan," ujar Rendra.

Dia menjelaskan hal ini bisa terjadi karena ketika diengkol, ada bensin yang tersalurkan, namun tidak terbakar, "jadi ketika menyala, bensin yang terkumpul terbakar semua, jadinya knalpot nembak."


Related

Automotive 4394847647580548343
item