Penyebab Motor Matik Kekinian Tidak Punya Kick Starter

Penyebab Motor Matik Kekinian Tidak Punya Kick Starter

Naviri Magazine - Ada dua cara untuk menghidupkan mesin pada sepeda motor, yaitu dengan starter electric dan kick starter (manual). Tombol starter dapat digunakan dengan mudah, cukup menekan jempol. Beda dengan kick starter yang cenderung membutuhkan tenaga kaki untuk menekan atau menginjak tuas yang disebut engkol.

Sistem starter elektrik dapat berfungsi saat baterai atau aki dalam keadaan sehat, dalam arti memiliki tegangan yang cukup. Lain cerita saat tegangan aki melemah, starter elektrik tidak akan dapat digunakan.

Sebagai ganti starter elektrik yang tidak dapat digunakan, bisa menggunakan kick starter, karena engkol dan komponen lainnya tidak menggunakan elektrifikasi, melainkan sistem mekanis pada komponen roda gigi starter, mainshaft dan rumah kopling.

Namun, sistem yang terakhir ini sudah jarang digunakan. Bahkan pabrikan sepeda motor mulai merilis produk model barunya tanpa kick starter.

Menurut Technical Training PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno, hilangnya kick starter karena tren sepeda motor besar yang sudah lagi tidak menggunakan starter dengan tenaga kaki.

"Tidak adanya kick starter merupakan salah satu tren masa kini, yang dapat dilihat juga di jajaran motor besar. Serta menurut hasil riset, konsumen saat ini lebih menyukai dan lebih sering memakai sistem starter yang elektrik (menggunakan jempol)," ujar Endro.

Dengan absennya mekanisme manual ini, sang pemilik harus memastikan tunggangannya memiliki tegangan aki yang baik, agar bisa menyalakan mesin lewat tombol starter elektrik. Untuk itu, pabrikan menyematkan indikator baterai yang menampilkan angka tegangan aki.

Endro menjelaskan, ada 3 kondisi indikator baterai; kondisi baterai baik, sedang, dan lemah.

Pertama, kondisi baterai baik berarti tegangan aki berada di atas 11,5 volt, motor dapat dengan mudah dihidupkan dengan starter elektrik.

Kedua, saat kondisi sedang. Tegangan aki berada di angka 11,4 volt, dan indikator baterai menyala menandakan aki kurang memiliki tegangan, namun elektrik starter masih dapat digunakan. Saat mesin menyala dan terjadi pengisian daya aki hingga melebihi 11,4 volt, indikator akan mati.

Ketiga, kondisi tegangan aki lemah. Indikator akan menampilkan angka 10,3 volt. Dengan kondisi ini, elektrik starter tidak dapat digunakan, dan baterai harus diganti.

"Si pemilik harus perhatikan kalau ada tanda-tanda seperti itu, segera hubungi AHASS terdekat atau ganti baterai," tutup Endro.

Baca juga: Perlu Tahu, Memanaskan Mesin Motor Jangan Lebih dari 5 Menit!

Related

Automotive 6772099720763600475

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item