Gersang dan Kerontang, Inilah Negara-negara Terpanas di Dunia

Gersang dan Kerontang, Inilah Negara-negara Terpanas di Dunia

Naviri Magazine - Di tahun-tahun belakangan ini, mungkin sebagian orang Indonesia menganggap cuaca negeri ini semakin terasa panas. Namun, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca panas di Indonesia masih berada dalam suhu normal musim kemarau.

Cuaca panas yang terasa terik terjadi karena pergerakan angin. Karena angin lemah atau tidak berhembus sama sekali, maka udara panas hanya menetap di satu tempat, tidak bergerak ke mana-mana.

Selain tidak adanya angin yang berhembus, penyebab lain terjadinya cuaca terik disebabkan udara kering yang turun dari atas ke permukaan Bumi. Udara yang turun itu mengalami pemanasan di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan suhu permukaan menjadi naik.

Namun, yang jelas, cuaca panas di Indonesia masih tergolong wajar. Bahkan, jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, bisa dibilang cuaca panas di Indonesia masih lebih baik.

Di Arab Saudi, misalnya, suhu pada musim panas bisa mencapai 51 derajat Celcius. Menghadapi cuaca yang panas seperti itu, cairan tubuh kita akan mudah menguap oleh sengatan panas udara.

Di Arab Saudi, rata-rata cuaca berubah berdasarkan musim. Pada Januari sampai Maret, udara dingin sekali, dan siang hari waktunya lebih singkat. Memasuki April, udara dalam keadaan sedang. Pada Mei, udara mulai terasa panas dan semakin panas.

Memasuki Juni sampai September, udara panas sekali, dan siang hari waktunya lebih panjang. Saat sampai di bulan Oktober, udara panas mulai berkurang, yang terus berangsur-angsur mendingin sampai Desember.

Berikut ini negara-negara yang dianggap memiliki cuaca paling panas di dunia.

Libya

Libya adalah negara dengan luas keempat di Afrika, terletak dekat Khatulistiwa, dan dianggap sebagai negara paling panas di dunia. Sebagian wilayah Libya tertutup oleh padang pasir gersang dan panas.

Di Tripoli, ibukota Libya, suhu tingginya rata-rata sekitar 30 derajat Celcius di musim panas. Namun, di sana ada angin yang disebut ghibli, yang mampu mengubah suhu tersebut menjadi sekitar 40-50 derajat Celcius.

Aljazair

Tak jauh beda dengan Libya, Aljazair juga merupakan negeri yang panas. Bahkan ketika musim dingin sekali pun, suhu di Aljazair masih panas dan lembap. Di negara itu, suhunya diketahui melebihi 50 derajat Celcius.

Ethiopia

Danakil Depression adalah gurun di Ethiopia, dengan area lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Daerah itu ditandai dengan gelombang panas dan tremor Bumi. Suhu udara di tempat itu bisa meningkat sampai 63 derajat Celcius. Karena kenyataan itu, Ethiopia pun dianggap sebagai salah satu negara paling panas di dunia.

Irak

Tahun 2010 dianggap sebagai tahun paling panas di Irak. Di waktu-waktu biasanya pun, negara ini mengalami musim panas yang kering, dan musim dingin yang basah. Suhu di Irak mencapai 50 derajat Celcius, sementara kadar hujan di sebagian wilayah negara tersebut sekitar 10 inci per tahun.

Amerika Serikat

Ada cukup banyak daerah di Amerika Serikat yang sangat panas, namun yang paling terkenal adalah Death Valley, di California. Di tempat itu, suhu rata-rata mencapai 48 derajat Celcius selama musim panas. Daerah itu merupakan padang pasir tandus, yang memiliki rata-rata hujan 5 centimeter per tahun.

Arab Saudi

Tak jauh beda dengan Irak, Arab Saudi mengalami tahun paling panas pada 2010. Di Jeddah, misalnya, suhunya naik sampai 52 derajat Celcius. Gelombang panas itu disertai badai pasir, yang sampai menyebabkan pemadaman listrik utama di 8 pembangkit listrik di negara tersebut.

Cuaca panas di Arab Saudi, terutama di siang hari, secara umum sering melampaui angka 40 derajat Celcius. Bahkan sewaktu-waktu panas di Arafah bisa mencapai 51 derajat Celcius.

India

Dalam dekade terakhir, India menghadapi sejumlah gelombang panas. Pada 2003, misalnya, gelombang panas di negara itu sampai menewaskan sedikitnya 1.065 orang di bagian Selatan India.

Pada 2010, gelombang panas yang melanda di sana menyebabkan pukulan besar bagi perekonomian India di sebelah barat laut, yang bergerak dalam bidang industri kapas.

Iran

Lut adalah nama suatu gurun di Iran, yang dianggap sebagai salah satu tempat paling panas di muka Bumi. Di tempat itu, suhunya bisa mencapai 71 derajat Celcius. Tapi panas di Iran tidak hanya sebatas gurun tersebut. Negara ini juga dikenal memiliki iklim panas, yang rata-rata berkisar antara 50-70 derajat Celcius.

Thailand

Musim panas di Thailand terjadi antara bulan April dan Mei. Negara ini memiliki iklim hangat dan tropis, yang dipengaruhi oleh angin musim tahunan. Bangkok, kota besar di Thailand, telah tercatat sebagai kota dengan suhu tinggi dan ekstrim yang meningkat lebih dari 50 derajat Celcius.

Chili

Chili terletak di tiga zona iklim, yaitu tropis, subtropis, dan sedang. Sepertiga dari negara ini kering dan panas sepanjang tahun. Pada 2010, Chili mengalami panas tertinggi, khususnya di bagian utara. Sementara di bagian pesisir umumnya lebih dingin.


Related

World's Fact 8075316871380768321

Recent

item