Kenapa Orang Pacaran Suka Bersikap Sok Imut Saat Mengobrol?

Kenapa Orang Pacaran Suka Bersikap Sok Imut Saat Mengobrol?

Naviri Magazine - Ada kemungkinan kita pernah mendapati teman kita yang sedang mengobrol atau berinteraksi dengan pacarnya, dan mereka sepertinya sok imut dengan menggunakan istilah-istilah atau penyebutan yang mungkin terdengar kekanak-kanakan. Misalnya, mereka menyebut “sayangku” dengan “tayangku” atau semacamnya.

Perilaku semacam itu ternyata tidak hanya dilakukan orang-orang yang pacaran, tapi juga mereka yang telah menikah atau suami istri. Tingkah sok imut itu tidak hanya terjadi dalam percakapan langsung, namun juga bisa terjadi lewat komunikasi teks (misal pesan singkat atau komunikasi via media sosial). Kenapa mereka bersikap seperti itu?

Sebagian pakar psikologi sepakat kalau obrolan sok imut antara dua orang dewasa ternyata punya efek lumayan menyenangkan. Memanggil pasangan dengan sebutan “sayang” atau versi sok imutnya “tayaaanggg” ternyata memperkuat kerikatan pasangan kekasih.

Kenapa ini bisa terjadi?

“Baby talk, atau penggunaan kata-kata imut digunakan secara luas, dalam berbagai kebudayaan, oleh ibu-ibu di seluruh dunia,” kata Dean Falk, profesor neuroantroplogis dari Florida State University. Falk menulis buku berjudul Finding Our Tongues: Mothers, Infants, and the Origins of Language, dan pakar dalam penyelidikan asal-usul perkembangan bahasa manusia.

“Penggunaan kata-kata macam ini punya peran penting dalam proses pembelajaran bahasa pada anak. Kata-kata imut juga digunakan untuk mengekspresikan rasa sayang dan memperkuat ikatan antara ibu dan anak,” ujar Falk, sambil merujuk sebuah penelitian yang mengungkap bahwa bayi menyukai baby talk—apalagi yang keluar dari mulut ibu mereka.

Dalam hubungan antara dua orang dewasa, Falk percaya bahwa prinsip yang berlaku. “Hipotesis saya sih sederhana sekali,” katanya. “Sepasang sejoli yang ngobrol sok imut, sebenarnya sedang bernostalgia mengenang apa yang mereka alami saat masih bayi dan cinta pertama mereka, sosok seorang ibu.”

Pakar linguistik sepakat bahwa baby talk punya peranan penting dalam menguatkan ikatan dalam sebuah hubungan. Namun, mereka juga tertarik dengan kosakata imut yang kerap digunakan sepasang kekasih.

“Biasanya, waktu seorang anak mulai belajar bicara, dia menggunakan bunyi vokal ‘a’ dan konsonan seperti ‘p’, ‘b’, dan ‘m’ karena ketiga konsonan ini adalah fonem bilabial (bunyi yang dihasilkan dengan mengatupkan bibir) yang sangat mudah diucap,” kata Professor Frank Nuessel dari University of Louisville.

Bagi Nuessel, baby talk bukan semata tentang meningkatkan rasa terikat. Rupanya, ngomong sok imut juga memberikan ruang bagi orang dewasa untuk mengekspresikan diri, bebas dari konvensi-konvensi yang bikin percakapan membosankan.

“Salah satu alasannya adalah untuk menciptakan skenario role-playing, sehingga semua peserta percakapan bisa dengan bebas mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dalam kerangka yang nyaman,” ungkap Nuessel. “Baby talk juga memberikan semacam kemerdekaan dari batasan-batasan yang kerap ada dalam peran sebagai manusia dewasa.”

Kehidupan orang dewasa bisa sangat menekan dan melelahkan—apalagi kalau kita memperhitungkan energi emosional yang dihabiskan demi mempertahankan sikap berpura-berpura sebagai manusia dewasa yang normal, alih-alih bermain bak anak kecil. Alasan itulah, menurut psikiater Fr. Nan Wise, menjadi alasan kenapa baby talk sering tejadi.

“Ada tujuh sistem emosi dasar yang dimiliki semua binatang—kita juga memilikinya lewat sistem evolusi,” kata Wise. Tujuh sistem itu mencakup amarah, rasa takut, rasa sayang, dan hasrat bermain—kemungkinan besar membentuk infrastruktur otak kita.

Wise berpendapat bahwa hasrat melakukan baby talk terkait hasrat bermain dalam diri kita. “Saat masih belia, semua binatang tumbuh lewat bermain,” ujarnya. “Kedekatan sosial sangat penting bagi kesehatan kita, jadi penggunaan baby talk dengan pasangan adalah cara memfasilitasi hasrat bermain dan menyayangi yang ada dalam diri kita.”

Baca juga: Ini yang Dirasakan Pria Saat Sendirian Tanpa Memiliki Pasangan

Related

Relationship 5537247658855105018
item