Panduan agar Perempuan Lebih Mahir Berkendara di Jalan Raya

Panduan agar Perempuan Lebih Mahir Berkendara di Jalan Raya

Naviri Magazine - Sebagian orang, khususnya laki-laki, kadang sinis terhadap perempuan saat di jalan raya, karena memandang perempuan tidak mahir berkendara dan terkesan seenaknya sendiri. Image semacam itu bahkan melekat pada kaum wanita dewasa atau ibu-ibu, yang sering dituduh “menyalakan lampu sein kiri tapi belok kanan”.

Komentar semacam itu kerap terlontar, lantaran perempuan dianggap kurang memiliki keahlian dan kecakapan dalam berkendara, meski bukan cuma perempuan saja yang suka berbuat “seenaknya” di jalan. Sebab, soal kecakapan dan keahlian dalam berkendara memang tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin.

Karenanya, agar para perempuan bisa lebih mahir berkendara di jalan raya, berikut ini tips yang bisa diikuti.

Pilih instruktur mengemudi yang andal

Perkara membawa kendaraan bukan masalah bisa atau tidak bisa, tapi lebih pada ahli atau tidak ahli. Sebelum bisa mengendarai kendaraan, hendaklah mencari instruktur mengemudi yang andal.

Pendiri Jakarta Defensive Driving, Jusri Pulubuhu, mengatakan, sangat penting bagi pemula untuk belajar mengemudi dengan instruktur yang andal dan sabar. “Jangan pernah membiarkan ayah, suami, atau pacar sekalipun, untuk mengajari Anda bagaimana cara mengemudi,” tuturnya.

Menurut Jusri, orang-orang terdekat kerap kali tidak memiliki kesabaran untuk mengajar perlahan-lahan. Dan biasanya instruktur sudah terbiasa dalam menghadapi situasi-situasi seperti itu, sehingga menyebabkan mereka jauh lebih sabar daripada orang-orang terdekat.

Satu yang menjadi hal penting dalam poin ini adalah orang yang ahli dalam berkendara, belum tentu memiliki keahlian untuk mengajari orang lain berkendara.

Meningkatkan intensitas latihan berkendara

Kita tentu sering mendengar kalimat ‘bisa karena terbiasa’. Pun begitu dengan keahlian dan kecakapan dalam berkendara. Cobalah untuk meningkatkan intensitas latihan dalam berkendara. Dari mulai jalanan besar hingga jalanan kecil, lalu kondisi jalan yang sepi hingga yang ramai.

Kata Jusri, dengan membiasakan diri berlatih menyetir dan didasari keinginan yang kuat untuk bisa, keahlian itu sedikit demi sedikit akan mempengaruhi gaya menyetir Anda untuk menjadi lebih ahli.

Latihan parkir

Parkir kerap menjadi persoalan penting bagi pengemudi perempuan. Sampai-sampai di beberapa pusat perbelanjaan, pihak mall memiliki area parkir khusus yang diperuntukkan bagi pengendara perempuan.

Sejatinya, pengendara pemula harus sering berlatih memarkirkan kendaraannya. “Seorang pengendara harus beorientasi dengan segala keadaan, yang terkadang mengharuskan kita untuk memarkirkan kendaraan di tempat yang tidak pernah kita prediksikan sebelumnya,” tutur Jusri.

Permasalahan lain yang sering ditemui pada perempuan berkendara adalah kurangnya feeling terhadap jarak antara kendaraan dengan lingkungan sekitarnya, yang membuat mereka sering menyerempet bahkan menabrak sesuatu yang ada di sekitar.

Hilangkan rasa takut

Ketika memutuskan untuk membawa kendaraan sendiri untuk berpergian, di situ kita harus menghilangkan semua rasa takut berkendara. Sebab, berkendara dalam keadaan takut akan berdampak buruk terhadap psikologis saat mengemudi.

Rasa takut yang muncul ketika sedang berkendara dapat membuat kehilangan konsentrasi di jalanan. Jangan sampai rasa takut mendatangkan hal-hal fatal yang tidak diinginkan.

Jangan egois saat berkendara

Kata ‘labil, sering menempel pada pengendara perempuan. Agar tidak dituding sebagai pengendara yang labil, Anda perlu menyadari bahwa Anda tidak sendirian di jalan yang Anda lintasi.

Keselamatan berkendara

“Seorang pengendara harus memilik empati terhadap penguna jalan lain. Selalu menghormati dengan tidak memotong jalan, dan selalu memberi tanda sebelum melakukan pergerakan agar tidak mengganggu visibilitas berkendara pengguna jalan lain,” imbuh Jusri.

Baca juga: Panduan Pindah Lajur di Jalan Tol, agar Aman dan Selamat

Related

Tips 108903887328692193

Recent

item