Resepsi Perkawinan Kacau Gara-gara WO Tidak Tanggung Jawab

 Resepsi Perkawinan Kacau Gara-gara WO Tidak Tanggung Jawab

Naviri Magazine - Anggi dan Fadlan adalah pasangan pengantin asal Palembang, yang merayakan perkawinannya dengan resepsi. Untuk hal tersebut, mereka menyewa wedding organizer (WO) untuk mensukseskan acaranya.

Sayangnya, WO yang mereka tunjuk tidak bertanggung jawab. Akibatnya, pasangan tersebut harus menanggung malu lantaran 1.000 porsi makanan yang telah dipesan untuk tamu undangan tak kunjung datang hingga pesta selesai.

Pemilik WO tersebut diketahui merupakan milik seorang wanita asal Talang Kelapa, Banyuasin, bernama Uut. Menanggapi kasus tersebut, ibunda Uut pun angkat bicara.

Wanita bernama Martina tersebut mengaku, putri sulungnya sudah tak pernah lagi pulang ke rumah. Uut bahkan sama sekali tak memberi kabar pada Martina lewat telepon.

"Sejak kejadian ini, Uut tidak pernah kembali, bahkan kasih kabar pun tidak," terang Martina di kediamannya di Perumnas Talang Kelapa. "Kami semua khawatir, apalagi dia pergi membawa cucu saya."

Martina mengaku sama sekali tidak menyangka putrinya bisa terlibat dalam kejadian memalukan tersebut. Apalagi, menurut Martina, Uut berjuang keras untuk merintis usaha WO tersebut dari nol sejak 2013 silam.

"Selama ini semuanya lancar, Uut sering dapat job kayak ini, dan tak pernah bermasalah," jelas Martina. "Saya tahu persis bagaimana perjuangan Uut waktu merintis kali pertama usaha ini. Hanya modal menerima jasa hias kotak hantaran sederhana, hingga bisa besar kayak sekarang."

Adik Uut, Agung, juga mengaku kerap menemani sang kakak kala menerima job dekorasi. Agung juga terlibat pada dekorasi resepsi pernikahan Anggi dan Fadlan, yang menjadi korban penipuan Uut. Namun, baik Agung maupun Martina tak pernah terlibat dengan pihak ketiga yang digunakan Uut, seperti rias pengantin, fotografer, hingga katering.

"Tugas aku cuma bantu pasang dan bongkar dekor setelah dipakai," terang Agung. "Selebihnya, Uut yang urus semuanya."

Akibat kejadian ini, beberapa jasa yang digunakan Uut dalam resepsi pernikahan Anggi dan Fadlan pun meminta pertanggungjawaban pada Martina. Pasalnya, Uut belum melunasi biaya, dan hanya melakukan pembayaran uang muka untuk jasa seperti fotografer dan sewa tenda.

"Kemarin ada orang tenda dan fotografer datang ke rumah," tutur Agung. "Setelah menunjukkan kuitansi, akhirnya mau tak mau harus tanggung jawab, terpaksa kita bayar lunas."

Martina pun tak kuasa menahan tangis kala ditanya soal nasib sang putri. Ia berharap keluarga mereka dapat menemukan jalan keluar dari peristiwa ini.

"Uang bisa dicari, namun harga diri mau gimana lagi, semua sudah tahu masalah ini," tutur Martina. "Mungkin ini lagi ketiban sialnya, dan semoga nanti ketemu jalan keluarnya. Yang jelas, saya miris dengan usaha kita ke depannya."

Banyak pengaruh buruk terjadi setelah kejadian ini diketahui publik. Martina mengaku, beberapa pelanggan yang hendak menggunakan jasa WO milik Uut pun membatalkan secara sepihak.

"Entahlah, belum tahu titik terangnya. Tapi para pelanggan sudah menghubungi, minta dibatalkan gunakan jasa kita," ungkap Martina. "Malah ada yang sudah melakukan DP, termasuk list order Februari, juga minta batal."

Meski demikian, masih ada pelanggan yang menunggu kejelasan dari Uut. Martina berharap pihak yang dirugikan dalam kejadian ini bisa bersabar hingga Uut memberikan titik terang.

"Kita belum tahu cerita sebenarnya, kuncinya ada di Uut," jelas Martina. "Siapa tahu yang bermasalah juga dari pihak katering, dan ini harus kita cari juga oknumnya."

Baca juga: Gara-gara Malu Bertanya, Remaja Ini Tersesat Sampai 10 Hari

Related

World's Fact 4080122909406989800
item