6 Film Bagus yang Jarang Diketahui karena Tidak Tayang di Bioskop

6 Film Bagus yang Jarang Diketahui karena Tidak Tayang di Bioskop

Naviri Magazine - Kebanyakan film yang dikenal banyak orang adalah film-film yang tayang di bioskop. Karena ditayangkan di bioskop, film-film itu pun dipromosikan dengan gencar, agar diketahui sebanyak mungkin orang, agar mereka berbondong-bondong datang ke bioskop untuk menonton. Karenanya, kita pun tahu setiap ada film baru yang tayang di bioskop.

Tetapi, yang mungkin jarang diketahui, tidak setiap film yang tayang di bioskop pasti bagus. Sebaliknya, tidak setiap film yang tidak tayang di bioskop pasti jelek. Ada kalanya, film-film tertentu tidak tayang di bioskop, karena memang dibuat dengan dana yang sedikit, dan tidak ada biaya promosi untuk keperluan penayangan di bioskop. Akibatnya, film itu hanya beredar dalam bentuk DVD.

Seperti beberapa film berikut ini. Enam film berikut ini mungkin jarang diketahui, karena tidak tayang di bioskop. Padahal, enam film ini sangat bagus dan perlu ditonton. Tertarik?

Snowpiercer (2013)

Film bertema distopia, atau kehancuran alam dan umat manusia di masa depan, sudah banyak difilmkan. Misalnya Mad Max yang menceritakan kehancuran sebuah lingkungan, dan digambarkan melalui lingkungan gurun.

Snowpiercer justru merupakan kebalikannya, yaitu dunia tidak bisa ditinggali karena suhu dingin yang ekstrem. Cara satu-satunya untuk dapat hidup adalah menjadi penumpang kereta yang tak pernah berhenti bergerak mengelilingi Bumi.

Frank (2014)

Film ini menceritakan musisi jenius yang karyanya diterima oleh masyarakat luas. Sayangnya, popularitas bukan hal yang dia cari, dan itulah yang terjadi pada Frank. Ia merupakan frontman sebuah band yang disukai banyak orang. Tapi ia menyembunyikan identitasnya di balik topeng plastik.

Microcosmos (1996)

Apa yang terjadi bila kehidupan manusia tergantikan binatang-binatang kecil semacam serangga, siput, dan lain-lain? Tentu ini bukan film animasi seperti A Bug’s Life, melainkan sebuah dokumentasi nyata kehidupan makhluk-makhluk tersebut. Bukan hanya sekadar dokumentasi, film ini juga memiliki jalan cerita yang unik.

Scenes from a Marriage (1973)

Kalau kita ingin belajar mengenai hubungan romansa yang obyektif, Scenes from a Marriage merupakan film yang tepat. Ada enam tahapan dalam kisah cinta antara Marianne dan Johan yang digambarkan dalam film ini. Dimulai saat pertemuan, menikah, punya anak, hingga jatuh cinta lagi.

The Bow (2005)

Film ini lebih cocok disebut video klip, karena proporsi audio berupa musik lebih mendominasi daripada dialog tokohnya.

Bercerita tentang gadis kecil yang berjanji untuk menikahi nelayan penyelamat nyawanya, di usia 17 tahun. Sayangnya, muncul nelayan lain yang seusia dengan si gadis. Lalu bagaimana akhirnya? Sebaiknya menonton filmnya langsung, akan lebih mengasyikkan.

The Fall (2006)

Menceritakan seorang pria yang terluka dan dirawat di rumah sakit, berteman dengan seorang anak perempuan, yang kemudian menceritakan kisah dongeng kepadanya. Dalam dongeng tersebut, si pria yang menjadi tokoh utamanya. Dan petualangan pun dimulai.

Di film ini, kita disuguhi visualisasi yang cantik, indah, dan penuh warna.

Baca juga: Fakta dan Rahasia Hollywood Menghasilkan Film-film Memukau

Related

Film 103284569714764724
item