Di Balik Larisnya Buku-buku Teori Konspirasi Illuminati

Di Balik Larisnya Buku-buku Teori Konspirasi Illuminati

Naviri Magazine - Illuminati didirikan oleh Adam Weishaupt di Bavaria tahun 1776 (selanjutnya akan disebut Illuminati Bavaria), dan bubar sekitar tahun 1780-an. Didirikan sebagai organisasi bagi sekumpulan para intelektual lokal di Bavaria atau Bayern, Jerman.

Di zaman modern, Illuminati Bavaria kemudian dikaitkan sebagai organisasi super-rahasia yang sedang berkonspirasi mempersiapkan New World Order (NWO) atau Tatanan Dunia Baru, sebuah dunia di bawah satu pemerintahan yang otoriter, terkontrol, dan tanpa agama.

Jika dikaitkan dengan beberapa keyakinan, NWO adalah sarana Illuminati untuk menyambut kedatangan Dajjal atau Anti-Kristus di akhir zaman kelak. Teori ini menyebar dengan cepat, sejalan dengan perkembangan teori konspirasi yang diciptakan oleh para penulis buku konspirasi seperti David Icke, Mark Dice, Henry Makow, Texe Marrs, Anthony Ralph Epperson, Andrew Carrington Hitchcock, dan masih banyak lagi, juga Dan Brown sebagai perwakilan dari penulis novel fiksi konspirasi.

Illuminati modern semakin seru, menarik, dan membuat penasaran, saat para penulis mendramatisir dengan menambahkan unsur sihir. Illuminati, oleh mereka, digambarkan sebagai sebuah organisasi super-rahasia yang mempelajari sihir hitam dan bersekutu dengan iblis, serta mengorbankan manusia untuk tumbal sebagai bentuk persembahan.

Keseruan-keseruan inilah yang membuat buku-buku konspirasi laris manis dan menghasilkan banyak dollar. Kita menyebutnya buku fiksi ilmiah, yaitu buku fiksi yang dikait-kaitkan dengan sejarah atau cabang ilmu tertentu. Atau, science-fiction.

Namun, kalau ada yang berkeberatan dengan penyebutan bahwa buku-buku tersebut beraliran science-fiction, maka ada istilah yang lebih tepat yaitu pseudo-science atau setengah ilmiah, setengah fiksi. Mengapa? Karena penelitian atau riset para penulis tersebut dilakukan di luar metodologi ilmiah yang valid, dan tidak bisa diuji kebenarannya.

Belum lagi Illuminati semakin populer dengan banyaknya musisi, selebriti, atau seniman pop dunia yang menggunakan simbol-simbol (yang katanya milik) Illuminati sebagai bentuk kontroversi yang akan berdampak pada pesatnya kenaikan penjualan produk-produk mereka.

Para blogger penggemar teori konspirasi secara tidak sadar telah mengiklankan produk-produk mereka secara gratis melalui internet hanya karena mereka memakai, misalnya, simbol segitiga pada salah satu cover album CD-nya. Sekali lagi, semua kontroversi Illuminati di zaman modern ini ujung-ujungnya adalah untuk mendulang uang.

Di luar para penulis di atas, muncul Mike Warnke dan John Todd yang di negara asalnya dikenal sebagai Anti-Yahudi. Mereka berdua semakin menguatkan isu Illuminati yang berencana mendominasi dunia dengan NWO-nya.

Baca juga: Skenario Konspirasi Dunia di Balik The Bilderberg Group

Related

Mistery 4141635471326218499

Recent

item