Joker, Tokoh Penjahat yang Paling Menginspirasi Banyak Orang

 Joker, Tokoh Penjahat yang Paling Menginspirasi Banyak Orang

Naviri Magazine - Ada banyak tokoh baik dalam kisah fiksi, dan biasanya sang tokoh menjadi inspirasi kebaikan bagi para pengagumnya. Sangat jarang tokoh jahat menjadi inspirasi. Tapi hal itu tak berlaku bagi Joker. Meski dia dikenal sebagai penjahat, banyak orang yang mengaguminya dan terinspirasi untuk menirunya. Kenyataan ini mengkhawatirkan, tentu saja, tapi sayangnya Joker sudah telanjur fenomenal.

Sejak pertama kali dimunculkan oleh triumvirat Bill Finger, Bob Kane, dan Jerry Robinson dalam komik Batman pada 25 April 1940, tercatat sudah 78 tahun Joker “hidup”. Dan selama itu pula daya tarik Joker sebagai seorang penjahat dalam dunia fiksi tak pernah surut.

Dari seorang bandit kelas teri, Joker terus menerus bertransformasi hingga ke titiknya yang paling radikal. Ia menjadi sosok penjahat dengan pandangan filosofis yang cemerlang di tangan para komikus kontemporer seperti Frank Miller (The Dark Knight Returns, 1986), Dennis O’Neil (A Death in the Family, 1988), hingga Alan Moore (The Killing Joke, 1988).

Pada fase transformasi tersebut, Joker merayakan kegilaan dan keonaran dalam bentuknya yang paling murni. Ia menjadi representasi dari kekacauan (chaos) yang berupaya menghancurkan Batman sebagai simbol ketertiban (order).

Joker bukan lagi semata mencari fulus, tapi juga bertiwikrama menjadi seorang sadistis yang menyiksa Barbara Gordon, menghabisi Robin II, hingga melakukan pembunuhan massal dengan membabi-buta.

Di dunia nyata, terutama di Amerika, banyak penjahat yang juga terinspirasi Joker. James Holmes, misalnya, pelaku penembakan massal di salah satu bioskop di Colorado saat pemutaran perdana The Dark Knight Rises pada 20 Juli 2012, melakukan aksinya dengan berdandan selayaknya Joker dengan rambut yang dicat merah, dan mengaku ingin menjadi supervillain seperti tokoh komik itu.

Demikian pula dengan Jerard Miller, penembak mati dua polisi dan satu orang tak bersalah di Las Vegas pada 2014, yang mengaku terinspirasi Joker. Selain berdandan persis seperti Joker versi Jared Leto di Suicide Squad, Miller juga sempat mengatakan “ingin menjadi pejuang perang, bukan hanya beberapa teroris biasa, saya ingin menghancurkan negara ini” dalam sebuah video yang ia rekam sendiri.

Seorang gadis remaja berusia 14 di Hampshire, Inggris, juga pernah ditangkap lantaran menganiaya temannya pada 2016. Ia tak hanya mengaku terinspirasi Joker, tapi juga sempat ingin menyayat bibir korbannya agar memiliki “senyum” seperti sang psikopat.

Usai menjalankan aksinya, si terdakwa pun sempat mengirim pesan kepada korban: “Jika saya ketahuan, saya akan bilang suara-suara di kepala saya yang menyuruh melakukannya”.

Kasus serupa di tahun yang sama juga terjadi di Beamount, Kanada. Hanya saja, kali ini korban yang bernama Braydon Heather (14 tahun) betul-betul dilukai bibirnya oleh pelaku dengan menggunakan machete. Heather pun mesti hidup selamanya dengan bentuk bibir menyeringai yang tampak seperti Joker.


Related

World's Fact 4902109831212689858

Recent

item