Kehidupan dan Para Penghuni Bumi Sebelum Nabi Adam

Kehidupan dan Para Penghuni Bumi Sebelum Nabi Adam

Naviri Magazine - “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi’. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata), ‘Adakah Engkau (ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu, orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?’ Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya’.”

Sebelum Nabi Adam turun ke bumi, diceritakan bahwa yang menempati bumi adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan, dan 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat.

Karenanya, malaikat menanyakan kepada Allah, mengapa akan menciptakan manusia untuk menjadikan khalifah di bumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah).

Allah lalu memerintahkan malaikat Azazil untuk memimpin malaikat Jibril, Mikail, dan malaikat lainnya, untuk menaklukkan Abal Jan dan Banul Jan di bumi. Kemudian, setelah mereka ditaklukkan, Allah menciptakan Nabi Adam.

Manusia tidak diciptakan di bumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi. Sebagai pengganti, tentunya ada yang diganti, alias Adam bukan makhluk pertama di bumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan Banul Jan, mereka adalah penghuni bumi sebelum manusia.

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara yang mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.

Kemudian datanglah manusia, Adam, yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neanderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian lenyap.

Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukan evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seperti manusia yang telah ada sebelum manusia (Homo sapiens).

Mungkin tidak ada fakta konkret dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun, yang paling penting, sebagai Muslim, kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka dari kaum jin. Ada juga yang mengatakan ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua di antaranya dari kaum jin.

Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari jin, karena mereka berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’, ‘golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah’, seperti yang ditanyakan oleh malaikat dalam ayat al-Quran 2:30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.

Sesungguhnya manusia yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT adalah Adam. Dia dijadikan dari tanah yang dibentuk menjadi manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya, lantas jadilah manusia (berupa darah, daging, ruh).

Sebelum Adam tercipta

Sebelum Allah SWT menciptakan Nabi Adam (manusia pertama), Allah SWT sudah menciptakan dua mahkluk yang berakal, yaitu: Mahkluk yang berupa malaikat, dan mahkluk yang berupa Banul-Jan.

Adapun asal mula kejadian kedua mahkluk tersebut, malaikat diciptakan dari nur (cahaya) yang suci, berupa ruh dan akal, tanpa nafsu. Karena itu, malaikat tidak makan, minum, dan tidak beristri. Hidup malaikat semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah SWT.

Banul-Jan diciptakan dari api. Berbentuk sebagai manusia yang membutuhkan makan, minum, dan beristri, juga mempunyai keturunan banyak sekali.

Sedangkan asal mula Nabi Adam dijelaskan dalam sebuah ayat (Al Hijr: 28 dan Shad: 71-72), yakni: “Sesungguhnya Allah Swt berfirman kepada para malaikat akan menciptakan manusia yang asal mula kejadianya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al. Hijr: 28). “Atau kejadian manusia itu dari tanah.” (Shad: 71-72)

Sesudah diberi ruh (nyawa) kemudian hidup dengan daging, darah, dan tulang. Sesudah Nabi Adam terwujud, Allah Swt memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam. Semua malaikat melaksanakan sujud, kecuali iblis yang menolak perintah Allah Swt untuk bersujud pada Nabi Adam.

Karena iblis bersifat takabur, sombong, dan merasa lebih mulia dari Nabi Adam, sebab dijadikan dari api, sedangkan Nabi Adam dari tanah. Karena itu, iblis termasuk golongan kafir. Allah pun mengusirnya dari surga.

Adapun sujudnya para malaikat pada Nabi Adam bukanlah sujud ibadah sebagaimana sujudnya orang shalat, tetapi sujud taat atau tunduk, memuliakan atau menghormati Nabi Adam. Karena Nabi Adam mempunyai ilmu pengetahuan dari Allah Awt hingga bisa menberi nama pada barang-barang yang ditanyakan kepadanya, sedangkan malaikat tidak mengetahuinya.

Allah berfirman dalam surat Shad: 71-72, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah, maka apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaanku)-ku, hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.

Allah Swt berfirman dalam surat Al A’raf ayat 11: “Sesunggunya Kami telah menciptakn kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan pada para malaikat, bersujudlah kamu kepada Adam. Maka mereka pun bersujud kecuali iblis, dia tidak termasuk mereka yang sujud.”

Allah bertanya pada iblis, “Apa yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) saat Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari Adam, Engkau menciptakan aku dari api, sedang dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.”

Maka Allah Swt berfirman dalam surat A’raf ayat 13, “Turunlah kamu dari surga, karena kamu tak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”

Sesudah iblis dikeluarkan oleh Allah dari surga, iblis meminta pada Allah agar umurnya dipanjangkan (tidak mati) hingga datangnya hari kiamat (rusaknya semua mahkluk).

Iblis mengancam Nabi Adam dan anak cucunya, akan dibujuk rayu dan disesatkan dari jalan (tuntunan) yang benar, hingga tidak ada yang mengikuti (taat) perintah Allah swt, dan menjauhi semua larangan-Nya.

Baca juga: Menakjubkan, Ini Jawaban Al-Qur'an terhadap Angka Setan 666

Related

Moslem World 4557670945855108214

Recent

item