Mein Kampf, Buku Berbahaya dan Paling Terlarang di Jerman

Mein Kampf, Buku Berbahaya dan Paling Terlarang di Jerman

Naviri Magazine - Pemerintah Jerman berkeinginan untuk terus melarang peredaran buku manifesto Adolf Hitler, "Mein Kampf", setelah masa larangan beredar yang diberlakukan berakhir. Demikian keterangan sejumlah pejabat Jerman.

Kementerian Kehakiman dari 16 negara bagian Jerman sepakat bahwa cetak ulang buku yang terbit pada 1924 itu masih harus diperpanjang setelah masa pemblokirannya berakhir.

Sejak Perang Dunia II berakhir, negara bagian Bavaria, yang memegang hak pemblokiran buku itu karena Hitler tercatat sebagai warga kota Muenchen saat dia meninggal dunia, telah melarang penerbitan buku itu di seluruh Jerman.

Namun, hak pemblokiran itu akan berakhir pada 70 tahun setelah Adolf Hitler tewas bunuh diri di bunkernya.

Saat ini, versi "Mein Kampf" dengan berbagai penjelasan sedang dikompilasi oleh sebuah institut sejarah, dan diharapkan akan tetap diterbitkan setelah pemerintah Bavaria memberi sinyal tidak akan melarang penerbitannya.

Menteri Kehakiman Bavaria, Winfried Bausback, menyambut baik sikap anti-intoleransi, xenofobia, dan anti-Semit, yang diperlihatkan negara-negara bagian lain.

"Jerman berutang pada korban holocaust dan keluarga mereka," kata Bausback sambil menambahkan, dunia memperhatikan bagaimana Jerman menangani buku "jahat" itu.

Adof Hitler mulai menulis "Mein Kampf" di penjara setelah upaya kudeta yang gagal pada 1923. Setelah dia berkuasa, jutaan salinan bukunya diterbitkan. Sejak 1936, Nazi memberikan buku ini sebagai hadiah bagi pasangan pengantin baru.


Related

World's Fact 7337846762596961104

Recent

item