Memahami Kesehatan dan Kondisi Penis Saat Usia Makin Tua

Memahami Kesehatan dan Kondisi Penis Saat Usia Makin Tua

Naviri Magazine - Bukan cuma perempuan yang mengalami menopause, laki-laki pun bisa. Istilah untuk laki-laki adalah "irritable male syndrome", atau dikenal juga dengan istilah andropause.

IMS disebabkan oleh menurunnya kadar testoteron pada tubuh laki-laki, lebih tepatnya 40 persen laki-laki di atas usia 45 tahun. IMS adalah kondisi puncak dari menurunnya level testoteron yang berlangsung selama berangsur-angsur sejak laki-laki berusia 30 tahun. Persentasenya kurang lebih 1 persen per tahun.

Saat IMS menyerang, itu berarti kadar testosteron laki-laki yang bersangkutan telah di bawah normal (kurang dari 300 nanogram per desiliter). Impotensi merupakan masalah yang umum terjadi saat tubuh seorang pria tidak memproduksi cukup testosteron.

Hal ini disebabkan karena kadar testosteron tidak cukup banyak untuk bisa menstimulasi otak, untuk memproduksi molekul yang memicu dan mempertahankan ereksi. Dan selain masalah hormon, pria yang mengalami IMS akan sering stres yang juga akan menyebabkan gangguan ereksi.

Semakin bertambah usia, semakin pula berubah sirkulasi darah pada penis ketika usia makin tua. Hal itu tidak hanya memengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung, tapi akan memengaruhi penampilan penis pria untuk ereksi.

Akibat kurangnya aliran darah yang mengalir ke ujung penis, saat ereksi warnanya tidak akan muncul ungu kemerahan seperti kala muda dahulu. Warna kepala penis akan sedikit pucat, dan sensitivitasnya juga akan berkurang.

Jadi ketika usia tua nanti, pria akan membutuhkan lebih banyak foreplay untuk bisa ereksi dan penetrasi dengan mantap. Kabar baiknya adalah Anda jadi tidak mudah ejakulasi.

Penis juga akan menyusut ukurannya. Tapi tidak secara langsung, namun perlahan. Jika dulunya bentuknya lurus, bisa jadi sekarang melengkung, bisa ke kanan atau ke kiri. Hal ini disebabkan penumpukan jaringan parut, dan penumpukan ini umumnya tidak simetris sehingga membengkok. Pada kasus yang parah dan perlu pengobatan, dapat dilakukan tindakan medis.

Yang tak kalah penting adalah waspadai kanker, kanker prostat, kanker testis, dan kanker penis. Itu adalah risiko yang harus dihadapi oleh semua pria seiring bertambahnya usia. Terutama bagi yang suka berjemur, tidak disunat, atau gaya hidup jorok.

Setidaknya ada 11 tanda yang bisa dicurigai sebagai gejala awal kanker penis.
  1. Pertumbuhan kutil maupun ulkus pada penis tidak hilang dalam waktu 4 minggu. Pertumbuhan tersebut kadang menyakitkan dan kadang tidak.
  2. Perdarahan dari penis atau dari bawah kulup atau kulit di ujung penis
  3. Berbau busuk di sekitar penis
  4. Perlengketan kulup atau disebut phimosis
  5. Ruam pada penis
  6. Perubahan warna penis atau kulup
  7. Muncul benjolan atau bengkak pada kelenjar getah bening di selangkangan
  8. Cepat merasa lelah
  9. Sakit perut
  10. Nyeri pada tulang
  11. Penurunan berat badan

Baca juga: Ternyata, Wanita Juga Nonton Film Porno, Ini 8 Alasannya

Related

Sexology 6757804549402274441

Recent

item