Misteri di Balik Rahasia Mata Mona Lisa Akhirnya Terungkap

Misteri di Balik Rahasia Mata Mona Lisa Akhirnya Terungkap

Naviri Magazine - Mona Lisa adalah salah satu lukisan terkenal karya Leonardo Da Vinci, yang kini terpajang di museum Louvre, Prancis. Orang-orang berdatangan ke sana untuk menyaksikan langsung keindahan lukisan tersebut. Yang misterius, banyak orang mengatakan bahwa mata wanita dalam lukisan Mona Lisa itu sepertinya mengikuti orang yang memandanginya.

Lukisan legendaris karya Leonardo Da Vinci memang dianggap menyimpan sejumlah misteri yang tidak terselesaikan. Tak sedikit yang meyakini bahwa dalam guratan lukisan Mona Lisa terdapat sejumlah rahasia yang ingin diungkapkan oleh Da Vinci. Salah satu misteri yang cukup terkenal adalah efek Mona Lisa.

Efek Mona Lisa merupakan salah satu misteri yang dipercaya banyak orang bahwa mata Mona Lisa mengikuti gerakan siapa pun yang memandanginya. Ada yang berpendapat bahwa sang pelukis telah menanamkan teknik “mata-mata” pada lukisan perempuan yang mirip dengan dirinya tersebut.

Tak sedikit ilmuwan yang penasaran dan turut menggali teori yang sebenarnya, demi menjawab pertanyaan apakah efek Mona Lisa hal yang nyata. Ternyata, berdasarkan teori baru penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal i-Perception, mata Mona Lisa sebenarnya tidak mengikuti siapapun yang melihatnya.

Sebaliknya, fenomena terjadi saat pandangan subjek gambar tertuju langsung ke lensa kamera, atau digambarkan seperti demikian. Hasilnya, mata Mona Lisa seolah-olah menebarkan pandangan yang menembus kanvas atau medium lukis.

Pada ilmu fotografi, hal ini berhubungan dengan bentuk dan arah pupil saat mata subjek memandang langsung ke lensa.

“Efeknya tidak dapat disangkal dan dapat dibuktikan,” jelas Sebastian Loth, seorang rekan penulis studi dalam pernyataan resmi. “Namun, dengan Mona Lisa, atau semua lukisan, kesan itu tidak bisa langsung dijelaskan.”

Para peneliti di Bielefeld University, Jerman, dan Loth memperbesar lukisan Mona Lisa atau yang kali pertama disebut dengan istilah La Gioconda. Mereka mempelajarinya lewat model komputer.

Lukisan yang dibuat saat abad ke-16 itu diperbesar sebanyak 30 persen menjadi 70 persen, sampai yang terlihat jelas hanyalah mata dan hidung. Kemudian, para peneliti diminta memberikan pendapat dan persepsi mengenai perkiraan ke arah mana mata subjek melihat.

Mayoritas partisipan mengatakan, Mona Lisa melihat ke sisi kanan, pada sudut 15,4 derajat.

"Jadi, jelas bahwa istilah 'Efek Mona Lisa' tidak lain adalah istilah yang salah. Orang menggunakannya karena keinginan kuat untuk dilihat dan menjadi pusat perhatian orang lain, atau menjadi relevan bagi seseorang. Bahkan, jika Anda tidak kenal orang itu sama sekali,” kata rekan penulis studi, Gernot Horstmann, dari Departemen Psikologi Universitas Bielefeld, seorang pakar gerakan mata dan perhatian.

Horstmann menjelaskan, orang yang melihat lukisan atau gambar mungkin merasa diamati ketika pandangan mata subjek lukisan digambar sedikit ke samping.

“Seolah-olah subjek yang dilukis melihat ke arah telinga Anda, dan berkorespendensi sekitar lima derajat dari jarak pandang normal. Apabila sudut pandang meningkat, Anda tidak akan mungkin merasa diamati,” urainya.

Selain menangkal ketidakakuratan pandangan yang selama bertahun-tahun sudah dipercaya, hasil studi ini bisa memberikan ilmu yang berguna untuk para pelukis muda, graphic designer, atau game creator.

“Ketika mencoba ‘menghidupkan’ avatar, misalnya dalam lingkungan virtual, tatapan mata akan meningkatkan pemahaman kita pada avatar,” terang Loth.

Mengandalkan teknik pandangan mata avatar, menurut Loth, dapat membuat kreasi virtual terlihat seperti nyata dalam mengekspresikan perhatian dan menunjukkan objek yang relevan dengan konsep gim.


Related

Science 2195796556061012940

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item