Arkeolog Meneliti DNA untuk Ungkap Moyang Bangsa Indonesia

Arkeolog Meneliti DNA untuk Ungkap Moyang Bangsa Indonesia

Naviri Magazine - Siapa nenek moyang bangsa Indonesia? Dengan meneliti DNA kerangka manusia di Goa Harimau, arkeolog berniat mengungkapnya.

Sejumlah 76 kerangka yang akan dianalisis didapatkan dari ekskavasi tim arkeologi Pusat Arkeologi Nasional sejak tahun 2009 di Goa Harimau, Sumatera Selatan. Analisis DNA akan dilakukan lewat kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta.

Direktur Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo, mengatakan, proses akan dimulai dengan isolasi, perbanyakan DNA, dan analisis dengan membandingkan DNA dari manusia Indonesia saat ini.

Ia mengatakan, Eijkman sudah memiliki data DNA dari manusia Indonesia, mulai dari Gayo hingga sejumlah wilayah di Indonesia Timur.

Arkeolog Pusat Arkeologi Nasional yang terlibat riset Goa Harimau mengatakan, analisis DNA akan membantu mengungkap atau membuktikan teori tentang leluhur bangsa Indonesia.

"Kita bisa mengungkap apakah manusia di Goa Harimau memiliki kekerabatan dengan manusia modern saat ini di sekitarnya," katanya. "Secara regional, kita juga bisa membandingkan dengan manusia di wilayah Sumatera dan lainnya, mengetahui kekerabatannya dengan manusia Indonesia."

Harry mengatakan, analisis karbon yang telah dilakukan mengungkap bahwa kerangka manusia di Goa Harimau berusia 3.500 tahun. Ia memercayai bahwa kerangka itu adalah manusia Austronesia yang bermigrasi ke Nusantara dari Formosa ke wilayah Nusantara.

"Mereka adalah leluhur bangsa kita," katanya.

Teori bahwa manusia Indonesia berasal dari Formosa telah disinggung dalam banyak literatur. Riset DNA manusia Goa Harimau dapat menguatkannya.


Related

History 5430344969672778873

Recent

item