Asia Menempati Peringkat Tertinggi Kekerasan pada Anak

Asia Menempati Peringkat Tertinggi Kekerasan pada Anak

Naviri Magazine - Ada banyak orang tua yang tidak sadar saat melakukan kekerasan kepada anak. Sebagian mereka ada berdalih bahwa mereka memukul atau menampar dengan alasan pendidikan atau bahkan kasih sayang. Padahal, perilaku kekerasan yang mereka lakukan tetap saja kekerasan, meski berdalih apa pun.

Menurut dokumen Convention on the Rights of the Child (1989), kekerasan terhadap anak mencakup semua bentuk kekerasan fisik atau mental, cedera dan pelecehan, pengabaian atau perlakuan lalai, penganiayaan atau eksploitasi, termasuk pelecehan seksual. Kekerasan terhadap anak tak cuma mencakup kekerasan fisik dan seksual, tetapi juga kekerasan emosional, pengabaian, dan eksploitasi.

Berdasarkan penelitian Hillis, et.al (2016) berjudul "Global Prevalence of Past-Year Violence Against Children: A Systematic Review and Minimum Estimates," angka kekerasan terhadap anak tertinggi pada 2014 terjadi di Asia.

Ada lebih dari 714 juta, atau 64 persen dari populasi anak-anak di Asia, mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan berat. Jika kekerasan yang dinilai lebih ringan seperti memukul pantat dan menampar wajah ikut dihitung, angkanya lebih besar lagi: 888 juta anak-anak atau setara 80 persen populasi anak di Asia.

Khusus wilayah Asia-Pasifik, kekerasan emosional dilaporkan oleh hampir satu dari tiga anak perempuan (32 persen) dan satu dari empat anak laki-laki (27 persen). Angka ini terdapat dalam penelitian "The Burden of Child Maltreatment in the East Asia and Pacific Region, Child Abuse & Neglect" dari Fang. et al, (2015) yang diolah dalam studi D. Fry (2016), "Preventing Violence Against Children and How This Contributes to Building Stronger Economies."

Sementara itu, prevalensi pengabaian yang dialami anak laki-laki sebesar 26 persen dan 27 persen pada anak perempuan. Dalam hal kekerasan fisik, anak laki-laki cenderung mengalami lebih banyak, dengan prevalensi sebesar 17 persen, sedangkan anak perempuan sebesar 12 persen.

Seperti di Asia Pasifik, kekerasan terhadap anak di Indonesia pun masih cukup tinggi. "Survei Kekerasan Terhadap Anak Indonesia 2013" dari Kementerian Sosial memperlihatkan bahwa kekerasan yang dialami anak laki-laki lebih besar dibandingkan anak perempuan. Jumlahnya mencapai hampir separuh populasi anak laki-laki, tepatnya 7.061.946 anak atau 47,74 persen. Pada anak perempuan, prevalensinya mencapai 17,98 persen (2.603.770 anak).

Dilihat berdasarkan jenisnya, anak-anak Indonesia cenderung mengalami kekerasan emosional dibandingkan fisik. Sebanyak 70,98 persen anak laki-laki dan 88.24 persen anak perempuan pernah mengalami kekerasan fisik. Untuk kategori kekerasan emosional, sebanyak 86,65 persen anak laki-laki dan 96,22 persen anak perempuan menyatakan pernah mengalaminya.

Related

World's Fact 6125329797683813989

Recent

item