Buku Impor Murah di Pameran Big Bad Wolf dan Ribut Soal Pajak

Buku Impor Murah di Pameran Big Bad Wolf dan Ribut Soal Pajak

Naviri Magazine - Pameran Big Bad Wolf ternyata mendapatkan perhatian dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hal ini lantaran buku impor yang dijual di pameran tersebut sangat murah.

Perempuan yang kerap disapa Ani itu awalnya menilai murahnya harga buku impor di Big Bad Wolf lantaran tidak dikenai bea masuk.

"Kalau dikenakan bea masuk, mahal, (nanti saya) dimarahi literasi," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Namun saat ditanya mengapa harga murah buku impor serupa tidak dijumpai di tempat lain, Sri Mulyani mengaku tak tahu persis sebabnya.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, diperlukan investigasi mendalam untuk membedah hal tersebut. Misalnya soal bea masuknya atau pajak impor. Sebagai tindak lanjut, Sri Mulyani menyebut akan melihat lebih detail praktik impor buku tersebut secara menyeluruh.

"Iya, saya terus terang soal gitu harus investigasi. Saya juga suka buku, jadi suka perhatikan buku yang dijual, bahkan dalam marketplace ataupun fisik, ada juga perbedaan. Kami lihat bagaimana praktik keseluruhan ini," kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea Cukai juga turut memperhatikan buku impor yang dijual di Pameran Big Bad Wolf. Bahkan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan akan mengecek dokumen buku impor tersebut.

"Nanti aku cek laporannya, besok aku cek, ya," kata dia.

Menurut Heru, setiap buku impor yang masuk ke Indonesia pasti dikenai bea masuk, kecuali buku ilmu pengetahuan. Sejak 2016, buku impor ilmu pengetahuan sudah dibebaskan dari bea masuk, pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN), dan pungutan pajak penghasilan (PPh) pasal 22.

Related

News 871496494970959632

Recent

item