Perbedaan Impian Generasi Masa Lalu dan Masa Kini

Perbedaan Impian Generasi Masa Lalu dan Masa Kini

Naviri Magazine - Semenjak kecil, sebagian besar orang punya mimpi dan cita-cita yang ingin diwujudkan. Mulai dari yang terbilang unik, aneh, bahkan sampai yang terdengar tidak masuk akal, yang tak terpikirkan orang lain.

"Semua orang, dari zaman dulu sampai sekarang, pasti punya mimpi besar. Ternyata, mimpi orang zaman dulu dengan zaman sekarang berubah drastis," kata psikolog, Roslina Verauli, saat konferensi pers 90 Days Dream Big Challange di The Lunch Room, di Jakarta Pusat.

Perubahan mimpi ini ternyata sedikit banyak dipengaruhi oleh dinamika lingkungan sekitar dan kemajuan zaman. Selain itu, anak-anak sekarang jauh lebih optimis dalam memiliki dan menggantungkan mimpi mereka.

"Dulu, mimpi dan cita-cita orang di masa lalu sangat terbatas. Mereka hanya  berpatokan dan melihat apa yang orangtua atau teman-temannya kerjakan. Tetapi kini, mimpi anak jauh lebih bervariasi, karena semakin banyak arus informasi yang bisa didapatkan. Bahkan orangtua dan teman kini tak lagi bisa memaksakan mimpi mereka pada generasi zaman sekarang," ujarnya.

Dahulu, cita-cita terbatas pada profesi dokter, presiden, atau insinyur saja. Hal tersebut dikarenakan role model yang mereka lihat sebagai orang hebat baru terbatas pada beberapa profesi tersebut. Selain itu, tren zaman dulu cenderung kepada orangtua, dan anak harus memiliki profesi yang sama (mewarisi pekerjaan orangtua).

Namun kini, mimpi anak muda sangat variatif. Mulai dari cita-cita menjadi programmer game, traveling ke seluruh dunia, chef, pemain film, desainer, blogger penulis buku, dan lain-lain.

Related

Lifestyle 4956148172370549795
item