Ternyata, Karyawan Bank Mengalami Tingkat Stres yang Tinggi

Ternyata, Karyawan Bank Mengalami Tingkat Stres yang Tinggi

Naviri Magazine - Ketua Pembina Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Zumrotin K. Soesilo, menilai tingkat stres karyawan jasa keuangan perbankan cukup tinggi. Kesimpulan itu ditemukan saat YLKI melakukan riset keluhan konsumen terhadap jasa keuangan.

“Ternyata, karena target nasabah yang diterapkan bank, semua karyawan bank mengaku stres kepada saya,” ujarnya saat ditemui setelah "Seminar Pengawasan Industri Jasa Keuangan Terintegrasi dan Perlindungan Konsumen.

Keluhan stres itu selalu dikemukakan karyawan bank, baik di tingkat kantor pusat maupun kantor cabang pembantu.

“Bahkan target ini juga yang menyebabkan para karyawan, khususnya bagian marketing, sikut-menyikut di bank yang sama,” kata Zumrotin. Menurut dia, jika telah membuat karyawan stres, bank tersebut bisa dikatakan tidak sehat.

Keuntungan yang diterima perusahaan perbankan, menurut dia, tidak sesuai dengan pengorbanan karyawannya. Karyawan bagian marketing, misalnya, kerap menarik nasabah saat dia berpindah bank tempat bekerja. Selain itu, bagian marketing kerap meminta tolong kepada nasabah untuk membuka rekening tabungan agar targetnya tercapai.

Menurut dia, hal tersebut tidak akan berdampak besar bagi konsumen jasa keuangan. “Cuma ditarik-tarik oleh marketing. Tapi mereka bakal melakukan hal itu pada nasabah yang sudah dikenal,” katanya.

Related

Career 4329833385390667493
item