Kisah Lahirnya Balai Pustaka, Penerbit Pertama di Indonesia

Kisah Lahirnya Balai Pustaka, Penerbit Pertama di Indonesia

Naviri Magazine - Balai Pustaka resmi berdiri pada 22 September 1917 sebagai kelanjutan Commisie voor Inlandsche School en Volklectuur (Komisi untuk Bacaan Rakyat) yang dibentuk pemerintah Hindia-Belanda pada 14 September 1908. Puluhan buku dan majalah diterbitkan pada waktu itu, dalam bahasa Melayu dan berbagai bahasa daerah.

Sebelum merdeka, Balai Pustaka telah membangun sekitar 2.800 Taman Bacaan Rakyat, dan selanjutnya menjadi pilar sastra dan budaya bangsa yang melibatkan banyak sastrawan. Badan penerbit ini juga menerbitkan novel-novel yang kemudian terkenal, seperti “Sitti Nurbaya”, “Salah Asuhan”, dan lain-lain.

Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Balai Pustaka tetap eksis namun menggunakan nama lain, yaitu Gunseikanbu Kokumin Tosyokyoku (Biro Pustaka Rakyat Pemerintah Militer Jepang).

Pada saat ini, Balai Pustaka adalah perusahaan penerbitan dan percetakan milik negara, yang menerbitkan sekitar 350 judul buku per tahun yang meliputi kamus, buku referensi, keterampilan, sastra, sosial, politik, agama, ekonomi, dan penyuluhan.

Related

History 6315976531801365264

Recent

item