Kisah Orang-orang yang Menggugat Tuhan ke Pengadilan

Kisah Orang-orang yang Menggugat Tuhan ke Pengadilan

Naviri Magazine - Gugatan hukum bisa terjadi dengan berbagai alasan. Seseorang menggugat orang lain ke pengadilan dengan alasan tertentu, dan upaya tersebut bisa jadi melibatkan pengacara yang bekerja keras untuk memenangkan tuntutan tersebut. Namun, ternyata, tidak semua yang digugat ke pengadilan adalah sesama manusia. Beberapa orang bahkan pernah menggugat Tuhan ke pengadilan.

Salah seorang yang pernah membawa Tuhan ke pengadilan adalah Betty Penrose. Pada 14 Mei 1969, harian Indianapolis Star melaporkan perempuan asal Arizona, Amerika Serikat, itu menyewa pengacara, Russel Tansie, untuk melayangkan gugatan terhadap Tuhan.

Betty menyalahkan Tuhan karena sembrono membiarkan petir menyambar rumahnya. Tak tanggung-tanggung, Betty menuntut kerugian sebesar $100 ribu kepada Tuhan.

Hasil pengadilan sungguh di luar dugaan. Betty dinyatakan menang melawan Tuhan oleh pengadilan. Sayangnya, uang tuntutan yang diminta oleh Betty tak kunjung turun, karena tidak jelas siapa yang akan menanggungnya. Kasus ini selesai tanpa ada kepastian pembayaran ganti rugi yang diinginkan oleh Betty.

Hal serupa juga pernah dilakukan oleh Pavel Mircea, warga negara Rumania. Pada 2005, Pavel mengajukan gugatan terhadap Tuhan, karena lalai membiarkannya melakukan perbuatan dosa pembunuhan yang mengakibatkannya dipenjara 20 tahun.

Gugatan itu dilandaskan pada baptis yang sudah dilakukan oleh Pavel saat ia masih anak-anak. Baptis itu dipercayai oleh Pavel sebagai perjanjiannya dengan Tuhan, bahwa Tuhan akan menuntunnya pada jalan yang benar. Namun, kenyataannya tidak begitu, Tuhan justru membiarkan Pavel melakukan pembunuhan.

“Dia seharusnya melindungi saya dari semua kejahatan, tetapi sebaliknya menyerahkan saya kepada Setan, yang mendorong saya untuk membunuh. Tuhan bahkan menerima persembahan dan doa dari saya, dengan imbalan pengampunan dan janji bahwa saya akan menyingkirkan masalah, dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Tetapi sebaliknya, saya ditinggalkan di tangan Iblis,” kata Pavel, seperti dikutip dari buku Law's Strangest Cases: Extraordinary but True Tales from Over Five Centuries of Legal History (2016).

Gugatan Pavel itu ditujukan kepada Tuhan di Surga dengan perwakilan Gereja Ortodoks Rumania. Kasus itu sempat masuk ke kejaksaan kota Timisoara, Rumania, dan terhenti selama kurang lebih dua tahun. Pada bulan Juli 2007, gugatan itu ditolak pengadilan, karena Tuhan bukan dianggap sebagai person di mata hukum.

Gugatan terhadap dewa

Jika Pavel menggugat Tuhan karena masalah yang menimpanya, Chandan Kumar Singh melakukan yang lebih dahsyat. Pengacara asal India ini menggugat Dewa Rama karena tidak memperlakukan istrinya, Dewi Sinta, dengan adil.

Chandan melayangkan gugatan pada tahun 2015. Landasan gugatannya adalah kisah di kitab Ramayana. Dalam kitab itu dikisahkan, Rama memperlakukan istrinya, Sinta, dengan tidak baik setelah diculik oleh Rahwana. Kisah itu dianggap oleh Chandan sebagai perlakuan tidak hormat terhadap perempuan.

“Perlakuan Rama terhadap Sinta menunjukkan bahwa wanita tidak dihormati, bahkan di zaman kuno. Saya sadar bahwa kasus ini mungkin terdengar konyol bagi banyak orang, tetapi kita harus membahas bagian ini dari sejarah agama kuno kita,” kata Chandan, seperti dikutip dari BBC.

Tapi pengadilan menolak, dengan alasan gugatan itu bukan praktik kasus hukum yang bisa disidangkan. Meski ditolak, Chandan tetap berupaya agar kasus tersebut bisa diadili. “Saya akan mengajukan kasus lagi, karena saya benar-benar percaya bahwa orang India harus mengakui bahwa Rama menganiaya Sinta,” katanya.

Latar belakang gugatan Chandan sebenarnya bukan semata-mata ingin menyeret Rama ke meja hijau. Ia justru ingin menyadarkan orang-orang India bahwa tindakan tidak menghormati perempuan adalah warisan budaya lama yang sampai sekarang masih ada di zaman modern. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa seharusnya orang India menghormati perempuan.

“Apakah salah mencari keadilan bagi perempuan? Penerimaan pengadilan atas pembelaan saya akan membawa pesan bahwa menghormati perempuan penting bagi orang India,” ujarnya.

Aksi Chandan justru berbalik menjadi serangan baginya. Ia digugat balik oleh rekan seprofesinya, Ranjan Kumar Singh, karena dianggap telah melecehkan agama Hindu.

Related

World's Fact 7535552664995747213
item