Ngeri, Perang Dunia III Mungkin Sudah di Depan Mata!

Ngeri, Perang Dunia III Mungkin Sudah di Depan Mata!

Naviri Magazine - Perang Dunia-3 (PD-3), meskipun kita tidak menghendakinya, dilain pihak para penguasa yang haus dengan kekuasaan terhadap kawasan regional dan global telah menciptakan benih-benih terjadinya PD-3 dalam waktu dekat ini.

Banyak prediksi terjadinya PD-3 (peristiwa yang lebih mengerikan dari PD-1 dan PD-2) akan terjadi pada tahun-tahun mendatang. Prediksi tersebut bukan tanpa alasan, sebab dapat dibuktikan secara logis berdasarkan perkembangan situasi politik, militer, dan pengaruh ekonomi global yang terjadi saat ini.

Di Suriah, sikap Rusia dan China adalah berkomitmen saling mengisi "kekuatan" mereka, agar potensi AS dan sekutunya menuju cita-cita globalisasi sedikitnya tidak semudah yang dibayangkan AS, NATO, dan sekutu dekat AS.

Iran telah mengirimkan 15 ribu pasukan elit dari divisi Quds, untuk membantu tegaknya pemerintahan Suriah di bawah rezim Assad.

Rusia telah mengirimkan 36 kapal perang dan 120 pesawat tempur untuk Suriah, dalam kontrak senilai $550.000.000, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Kommersant, mengutip sumber mereka, pedagang senjata Rosoboronexport. Tentunya pemerintah Rusia menolak membenarkan berita tersebut, karena sama halnya menentang terang-terangan embargo senjata yang diterapkan oleh PBB dan Uni Eropa terhadap Suriah.

Pasukan Suriah sendiri diberitakan telah berada pada posisi di perbatasan Israel. Meskipun tujuannya untuk mengejar pasukan pembebasan Suriah (FSA), namun posisi mereka di dataran tinggi Golan telah membuat Israel menyiapkan pasukan dan menebar ranjau-ranjau di perbatasan. Dalam prinsip hubungan internasional, menggelar pasukan dalam jumlah besar ke perbatasan negara lain dapat diartikan sebagai provokasi dan menantang.

Turki telah didesak oleh Uni Eropa agar dikeluarkan dari organisasi tersebut. Turki dianggap terlalu memanfaatkan organisasi itu untuk kepentingan politiknya ketimbang ekonominya, terutama dalam memandang Israel sebagai musuh baru mereka, namun sebaliknya mulai merapat ke Iran.

China telah memberikan sinyal pada AS bahwa mereka memiliki hubungan dengan Suriah dari era Hafiz al Assad (ayah Bashir al Assad). China berpendapat, Suriah adalah terminal dagang penting. Tentu China tidak akan melepas hancurnya Suriah begitu saja, karena China melihat pemerintah Suriah yang baru nanti berhaluan Barat.

Mesir telah memperlihatkan sikap kurang bersahabat dengan Israel, dan terindikasi menghancurkan perjanjian Camp David yang dirilis oleh mantan presdien Anwar Sadat, Jimy Carter, dan Manachem Begin (1972). Banyak prediksi melihat bahwa usia perjanjian tersebut, dikaitkan dengan dominasi anti rezim Hosni Mobarak, akan segara tamat riwayatnya.

Rusia telah menegur Perancis akibat terlalu keras dan "berlebihan" menentang Rusia dalam sikap terhadap Suriah. Presiden Rusia, sebagaimana dilansir dalam "Breaking News" Press TV, menyatakan betapa marahnya Rusia terhadap Sarkozi yang terus mengomel seperti nyonya besar terhadap pembantu rumah tangganya yang berbuat salah.

India dan Pakistan akan terlibat perang rudal. India, yang telah mendapat pasokan militer dari AS, akan berada di atas angin karena unggul dalam kualitas teknologi. Sebaliknya, Pakistan akan meminta bantuan Iran dan China serta Rusia.

Irak kembali bergolak. Kelompok perlawanan yang hancur dalam pendudukan AS akan muncul kembali, melawan pemerintahan bentukan AS. Kelompok perlawanan tersebut dari berbagai lapisan, yang bertujuan menggulingkan pemerintahan bentukan AS.

Afghanistan kembali marak. Kelompok Al-Qaeda dan Taliban akan berjuang bersama-sama mengguling pemerintahan bentukan AS. Setelah itu, antara Taliban dan Al-Qaeda akan terlibat "adu jotos". Kondisi ini jelas memperburuk kawasan Pakistan, Iran, Irak, dan Afghanistan sendiri.

Korea Utara jelas beraliansi dengan Suriah. Menurut Fidel Castro, AS cepat atau lambat pasti akan menyerang Korut. Israel menduga bahwa Korea Utara telah memberikan bantuan penting pada program rudal Iran dan Suriah.

Sikap Mesir kali ini, yang lebih memihak kepada rezim Assad, telah membuat opisisi Suriah dan Barat sedikit khawatir. Baru-baru ini, Mesir bahkan telah mengirimkan dubesnya yang baru untuk Suriah, yang memberi pesan secara implisit kepada dunia bahwa mereka mendukung eksistensi Suriah. Hubungan historis penuh damai antara Mesir dan Suriah tidak diragukan lagi.

Libya kembali bergolak, dimana pendukung setia Khadafi akan melakukan pembalasan.

Lebanon akan membara kembali, karena Israel akan menusuk dari Lebanon Utara, untuk melumpuhkan perlawanan Hezbollah. Setelah itu, Israel akan menganeksasi Suriah dengan alasan mengurangi determinasi Iran di kawasan tersebut.

Organisasi Al-Qaeda disusupkan ke Suriah untuk melakukan sabotase dan serangan terhadap legiun Iran dan Rusia.

Perancis akan melakukan peran penting di Suriah, terutama sebagai corong AS dalam memberitakan informasi, dan menciptakan kondisi sesuai "strategi khusus" dalam rencana penegakan demokrasi untuk Suriah.

Negara-negara Arab terpecah karena tekanan dan pengaruh kelompok Ihwanul Muslimin yang meminta dukungan AS dalam mematahkan dominasi penguasa setempat. Demi eksistensi dan terjaminnya kekuasaan mereka, para pemimpin Arab setuju memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin dan AS.

Korea Utara dan Korea Selatan terlibat perang terbuka di Laut Kuning. China memainkan peranan penting membela Korut. Korea Selatan kemungkinan besar akan kewalahan menghadapi tekanan hebat dari Korut dan China.

Australia menebarkan teror di kawasan Asia Tenggara, khususnya dengan Indonesia. Beberapa pulau terluar terpaksa diserahkan dengan alasan menjadi basis militer dan logisitik untuk membantu Korea Selatan dari terkaman China dan Korea Utara.

Melihat fakta dan data di atas, bersiap-siaplah menghadapi PD-3, karena PD-3 memang skenario yang dibuat oleh AS dalam program New World Order atau One World Goverment.

Dengan program tersebut, dapat dilihat eskalasi militer terjadi, mulai dari Mediterania (Libya, Suriah, Lebanon, Iran) sampai ke Laut Cina Selatan (RRC, Korut, dan Rusia) telah menjadi target AS untuk mewujudkan pemerintahan satu dunia (globalisasi) melalui pengaruh politik dengan cara perang.

Sayangnya, tujuan tersebut hanya akan menyengsarakan manusia di muka bumi, akibat penggunaan senjata berteknologi tinggi. Tidak ada yang tersisa untuk dunia setelah itu. Maka tak heran jika Albert Einsten, yang mengetahui persis dampak penggunaan teknologi nuklir untuk berperang, mengatakan, "Saya tidak tahu dengan senjata apa Perang Dunia III akan dilakukan, tetapi Perang Dunia IV akan dilakukan dengan tongkat dan batu."

Baca juga: Ini Penyebab Yahudi Memerangi Orang-orang Palestina

Related

World's Fact 2457868238371808813

Recent

item