Kisah 7 Bencana Banjir Besar Dalam Sejarah Peradaban Dunia

Kisah 7 Bencana Banjir Besar Dalam Sejarah Peradaban Dunia

Naviri Magazine - Ternyata, cerita banjir besar pernah ada di sejumlah peradaban. Kisah banjir tersebut juga dikisahkan dalam kitab Suci Yahudi dan Nasrani. Menurut Perjanjian Lama, Tuhan memerintahkan kepada Nuh agar membangun kapal besar, karena semua orang, kecuali para pengikutnya, akan dihancurkan, karena bumi telah penuh dengan berbagai kejahatan.

Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat perahu dan menyebutkan secara detail bagaimana cara mengerjakannya. Tuhan juga mengatakan kepadanya untuk membawa keluarganya, tiga anaknya, istri-istri anaknya, dan sepasang dari setiap mahkluk hidup, serta berbagai persediaan bahan pangan.

Tujuh hari kemudian, terjadilah banjir besar yang berlangsung selama 40 hari 40 malam. Setelah air surut, kapal berlabuh di puncak Gunung Ararat (Agri).

Sedangkan kisah banjir besar yang terangkum dalam Perjanjian Baru, diceritakan bahwa Nuh diutus sebagai pembawa pesan kepada sebuah masyarakat yang tidak patuh dan sesat, namun mereka tidak mau mengikutinya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Kemudian, Allah menimpakan banjir besar kepada mereka yang menolak beriman. Allah menyelamatkan Nuh dan pengikutnya dalam sebuah perahu.

Berikut tujuh banjir besar sepanjang sejarah:

Babilonia

Ut-Napishtim adalah persamaan tokoh bangsa Babilonia terhadap pahlawan dalam peristiwa banjir dalam kisah bangsa Sumeria, yaitu Ziusudra. Tokoh penting yang lain adalah Gilgamesh.

Menurut legenda, Gilgamesh memutuskan untuk mencari dan menemukan para leluhurnya untuk mengupayakan rahasia kehidupan yang abadi. Ia melakukan perjalanan yang menentang bahaya. Ia diperintahkan supaya melakukan perjalanan dan harus melewati "Gunung Mashu dan Air Kematian", dan perjalanan yang hanya dapat diselesaikan oleh anak tuhan bernama Shamash.

Gilgamesh bertanya kepada Ut-Napishtim, bagaimana ia dapat memperoleh keabadian. Lalu, Ut-Napishtim menceritakan kepadanya kisah tentang banjir sebagai jawaban atas pertanyaannya. Banjir tersebut juga diceritakan dalam kisah ''Dua Belas Meja'' (Twelve Tables) yang terkenal dalam epik Gilgamesh.

India

Dalam epik dari India, berjudul Shatapata Brahmana dan Mahabharata, seseorang yang disebut Manu diselamatkan dari banjir bersama Rishiz. Menurut legenda, seekor ikan yang ditangkap dan diselamatkan oleh Manu tiba-tiba berubah besar dan mengatakan kepadanya untuk membuat perahu dan mengikatkan ke tanduknya.

Ikan ini dilambangkan sebagai pengejawantahan Dewa Wisnu. Ikan tersebut menuntun kapal mengarungi ombak yang besar, dan membawanya ke utara, ke Gunung Hismavat.

Wales

Menurut legenda Welsh (dari Wales, Celtic di Inggris), Dwynwen dan Dwfach selamat dengan sebuah kapal, ketika banjir yang amat mengerikan terjadi setelah meluapnya Llynllion, yang disebut Danau Gelombang. Setelah selamat, mereka berdua mulai menghuni kembali daratan Inggris.

Skandinavia

Legenda Nordic, Edda, melaporkan tentang Bergalmir dan istrinya yang selamat dari banjir dengan sebuah kapal besar.

Lithuania

Diceritakan bahwa beberapa pasang manusia dan binatang diselamatkan dengan berlindung di puncak permukaan gunung yang tinggi. Ketika angin dan banjir yang berlangsung selama 2 hari dan 12 malam tersebut mulai mencapai ketinggian gunung, dan hampir menenggelamkan yang ada di puncak gunung tersebut, sang Pencipta melemparkan sebuah kulit kacang raksasa kepada mereka.

Hasilnya, mereka yang ada di gunung tersebut diselamatkan dari bencana, dengan berlayar di dalam kulit kacang raksasa.

Cina

Sumber bangsa Cina menghubungkan cerita ini dengan seseorang yang dipanggil dengan nama Yao, bersama dengan tujuh orang lain, atau Fa li bersama dengan istri dan anak-anaknya. Mereka diselamatkan dari bencana banjir dan gempa bumi dalam sebuah perahu layar. Di sini dikatakan, "dunia semuanya berada dalam kehancuran. Air menyembur dan menutupi semua tempat". Akhirnya, air surut.

Yunani

Dewa Zeus memutuskan untuk menghancurkan orang-orang yang bertindak semakin sesat setiap saat, dengan sebuah banjir. Hanya Deucalion dan istrinya, Pyrrha, yang diselamatkan dari banjir, karena ayah Deucalion sebelumnya telah menyarankan anaknya untuk membuat sebuah kapal. Pasangan ini turun ke Gunung Parnassis pada hari kesembilan, setelah turun dari kapal.

Related

Insight 6037771768041736179

Recent

item