Edan, Pria Ini Akan Rekam Dirinya Saat Ditelan Ular Anakonda

  Edan, Pria Ini Akan Rekam Dirinya Saat Ditelan Ular Anakonda

Naviri Magazine - Anda pernah melihat ular menyantap hewan buruannya? Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam perut seekor ular besar seperti seekor anakonda?

Hal itulah yang akan diteliti oleh Paul Rosolie (26), pembuat film-film alam. Belum lama ini, dia menciptakan sebuah pakaian anti-ular yang akan dikenakannya saat dia ditelan hidup-hidup seekor anakonda.

Aksi gila Rosolie itu akan direkam untuk produksi sebuah film berjudul Eaten Alive, yang akan disiarkan stasiun televisi Discovery Channel.

Rencana Rosolie ditelan mentah-mentah oleh seekor anakonda itu langsung memicu kecaman dari kelompok pencinta binatang yang menyebut aksi Rosolie sebagai sebuah "penyiksaan hewan tingkat tinggi". Rosolie tentu saja tak setuju dengan anggapan tersebut.

"Jika Anda mengenal saya, saya tak pernah menyakiti makhluk hidup," kata Rosolie lewat akun Twitter-nya. "Namun, Anda harus menyaksikan bagaimana hal itu terjadi."

Rosolie, yang kerap dijuluki Indiana Jones dari Amazon itu, memang kerap bertualang di seputar sungai terpanjang di Amerika Selatan. Namun, riwayat hidup Rosolie juga menyebut dia pernah berkunjung ke India, Indonesia, Brasil, dan Peru.

Berpengalaman atau tidak, sejumlah kalangan meminta Discovery Channel agar membatalkan rencana pembuatan film Rosolie. Bahkan petisi untuk menggagalkan aksi gila Rosolie sudah diunggah ke situs Change.org.

"Ini adalah penyiksaan hewan dalam skala tertinggi dan sangat menjijikkan, serta bisa membunuh ular tersebut. Seekor ular anakonda hijau dewasa tak bisa menelan seorang pria dewasa," demikian isi petisi tersebut.

Di alam liar, anakonda biasanya memangsa babi hutan, kapibara, dan buaya caiman. Ular seperti anakonda dan piton meremukkan tulang belulang mangsa mereka, hingga tewas sebelum menelannya.

Meski sejauh ini tak ada catatan pasti soal anakonda atau piton menelan manusia, tetapi tampaknya ular anakonda dewasa akan dengan mudah menelan tubuh seorang manusia.

Paul Rosolie, kelahiran New Jersey, AS, sudah bertualang ke hutan Amazon saat usianya baru menginjak 18 tahun. Dia mengklaim diri sebagai penasihat konservasi, dan bukan sekadar mengejar rating televisi.

"Dalam lima menit pertama berada di dalam hutan, saya menyadari bahwa apa yang saya bayangkan tentang hutan hujan tropis saat saya masih kecil tak ada apa-apanya dibanding kenyataan. Saya merasa menjadi bagian dari hutan," kata Rosolie dalam memoarnya.

Related

World's Fact 1900381836203668327

Recent

item