Sejarah dan Tokoh Dunia yang Menjadi Anggota Freemasonry

 Sejarah dan Tokoh Dunia yang Menjadi Anggota Freemasonry

Naviri Magazine - Freemasonry adalah organisasi rahasia paling terkenal di dunia. Meski organisasi rahasia ini diduga mengalami penurunan popularitas dibanding masa jayanya dulu di abad ke 20, namun tetap saja mereka adalah ancaman yang serius.

Tidak seperti organisasi rahasia umumnya, Freemasonry kini membuka keanggotaan baru secara terbuka, untuk anak laki-laki berusia 18 tahun dan disponsori oleh minimal dua anggota Masonik lainnya.

Beberapa tahun terakhir, kampanye perekrutan anggota baru bahkan terlihat sangat mencolok di kawasan Amerika.

Secara struktural, setiap negara memiliki Freemasonry yang berdiri sendiri. Organisasi ini diatur menjadi loji-loji besar atau Orient mandiri, yang masing-masing memiliki aturan sendiri terhadap loji di bawahnya.

Berbagai Loji Besar atau Grand Lodge dapat mengakui atau tidak mengakui satu sama lainnya, berdasarkan prinsip Mason yang mereka anut. Meski demikian, setiap organisasi Freemasonry yang berdiri akan memiliki nomor pendirian dan menjalin hubungan dengan Loji Mason lainnya.

Mereka juga memiliki Master Tertinggi yang bertindak sebagai koodinator seluruh Freemansy di seluruh dunia.

Asal usul Freemasonry

Beberapa bukti menunjukan bahwa Loji Mason telah ada di Skotlandia di awal abad ke 16, misalnya saja Loji Kiwinning. Loji Mason juga telah ada di Inggris sekitar abad ke 17. Pada 24 Juni 1717, empat Loji Mason di Inggris mengadakan sebuah pertemuan yang disebut Grand Lodge Of England.

Pertemuan ini dianggap sebagai kelahiran Freemasonry, karena banyak Loji Mason Inggris lainnya bergabung di bawah naungan Grand Lodge Of England.

Tidak semua Loji Mason mendukung peraturan dan modernisasi yang dilakukan Grand Lodge Of England. Beberapa Loji Mason yang kontra membentuk Grand Lodge tandingan bernama Loji Besar Ancient Inggris, pada 17 Juli 1751.

Kedua Loji Besar ini sempat bersaing, hingga akhirnya memutuskan untuk bersatu pada 25 November 1813, membentuk United Grand Lodge of England.

Setelah 70 tahun sejak berdirinya, Freemasonry mulai diikuti di hampir semua lapisan sosial masyarakat di Eropa. Arus migrasi warga Eropa menuju Amerika, turut serta membawa Freemasonry hadir di sana.

Warga Amerika yang saat itu menginginkan kemerdekaan, kebebasan berpendapat dan kesetaraan, sangat tertarik dengan ideologi Freemasonry. Banyak tokoh terkemuka, baik di Eropa dan Amerika, terikat dengan Freemasonry.

Misalnya saja para cendekiawan di balik Revolusi Perancis, Jean-Jacques Rousseau, Voltaire, dan Montesquieu. Juga tokoh-tokoh bersejarah Amerika, seperti Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, dan George Washington.

Praktik Freemasonry

Dalam ajaran Freemasonry, kemerdekaan diwakili oleh kebebasan dan kesetaraan di semua sektor kehidupan. Ajaran ini juga menuntut calon anggota untuk melakukan penyembahan kepada Kekuatan Yang Maha Agung.

Dalam ajaran Mason, kekuatan ini disebut Arsitek Agung Alam Semesta. Kandidat Mason yang terpilih akan disebut sebagai pencari “cahaya”, yang diharapkan menemukan metaforis “cahaya” dalam Freemasonry.

Seakan kontradiktif dengan ajaran bagi para calon Mason, anggota aktif Mason memiliki pemahaman lain. Dokrin kebebasan ini mewakili makna yang sama sekali berbeda, yaitu kebebasan dari tuntutan agama dan kebebasan dari beban moral.

Salah satu contoh peristiwa akibat dokrin ini adalah peristiwa anarkisme yang terjadi di Rusia di abad ke-19. Anarkisme ini didalangi oleh aliansi-aliansi yang mendapat tempaan di loji-loji Mason.

Di Amerika, cita-cita akan kesetaraan dan kebebasan yang seharusnya erat dengan Freemasonry malah menjadi hal yang sebaliknya dalam Perang Saudara.

Doktrin Freemasonry juga menghasilkan gerakan rasisme radikal Ku Klux Klan, sebuah masyarakat rahasia yang bersumpah untuk menegakkan hak-hak warga kulit putih dan pemilik tanah dari gangguan warga kulit hitam.

Masyarakat rahasia ini penuh kata-kata yang rumit, kode, kostum, dan sumpah mengerikan.

Banyak tokoh penting dari pihak tentara sekutu lainnya yang turut andil dalam pembentukan Ku Klux Klan, termasuk Jenderal William Henry Wallace, Kolonel Henry Alexander Wise, Jenderal Robert E. Lee, dan Albert Pike.

Di Italia, Mason menjadi organisasi mapan sejak terbentuknya Lodge Propaganda Massonica di Turin, pada tahun 1877. Hanya saja, setelah Perang Dunia II, kegiatan Freemasonry terhalang karena adanya pelarangan dari rezim Mussolini, serta pengawasan dari partai Kristen Demokrat yang berkuasa.

Akhir tahun 1960, kegiatan Freemasonry kembali diaktifkan oleh Licio Gelli, anggota Freemason yang juga pro-fasis dan simpatisan Nazi. Ia membentuk Lodge as Propaganda Due (disebut juga P-2), di luar yurisdiksi Grand Lodge Italia.

Dalam hitungan beberapa tahun, Gelli dikenal sebagai orang yang berpengaruh di Italia, termasuk di Vatikan. Pengaruh Gelli begitu luas, sehingga mendapat dukungan dari pemerintah Brasil, Nikaragua, Uruguay, dan Argentina, dalam melakukan penentangan terhadap Partai Komunis Italia.

Ironinya, Gelli mendapat nominasi Hadiah Nobel dalam sastra pada tahun 1996, yang direkomendasikan oleh Ibu Teresa dari Kalkuta.

Pada abad ke 19, di Amerika terjadi pembauran kebudayaan imigran Cina dengan ritual Freemasonry, karena adanya perdagangan maritim Timur-Barat dan pembangunan jalur kereta api lintas benua.

Tahun 1870, diadakan pertemuan loji Mason Cina yang berasal dari seluruh kota metropolitan Amerika.

Di tahun 1940-an, tujuan Loji Mason Cina awalnya dikhususkan untuk membantu keluarga Asia, baik yang mendapat ancaman oleh sentimen xenophobic atau untuk membantu mereka yang melakukan perjalanan luar negeri.

Di waktu yang hampir sama, keberadaan Loji Mason Cina mendapat tanggapan yang berbeda dari imigran Cina, Taiwan, dan Hongkong. Di antara mereka ada yang memanfaatkan keberadaan Loji Mason untuk melakukan tindak pidana, seperti bisnis narkoba, pemerasan, perjudian, prostitusi, dan pemalsuan.

Belum diketahui seberapa dalam hubungan loji Mason ini dengan sindikat kejahatan, hanya saja polisi dan FBI melaporkan kejahatan ini telah terjadi secara luas sejak tahun 1970.

Anggota Freemasonry

Sejarah telah menyebutkan banyak nama besar yang terkait dengan Freemasonry, di antaranya:
  • Kaisar Meksiko, Agustin I; 
  • Astronot, Edward “Buzz” Aldrin; 
  • Kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte I; 
  • Penulis, Mark Twain; 
  • Pelopor otomotif, Walter Chrysler; 
  • Penerbang, Charles Lindbergh; 
  • Penyair, Alexander Pope; 
  • Aktor, Richard Pryor; 
  • Ketua Mahkamah Agung, Earl Warren; 
  • Sutradara film bisu, Louis B. Mayer; 
  • Direktur FBI, J. Edgar Hoover; 
  • Pemimpin Turki, Mustafa Kemal Ataturk; 
  • Artis, Harry Houdini; 
  • Pemimpin Bolivia, Simon Bolivar; 
  • Sutradara film bisu, Cecil B. DeMille; 
  • Mantan Czar Rusia, Alexander I; 
  • Mantan Presiden AS, James Garfield, William McKinley dan James Monroe; 
  • Petinju, Sugar Ray Robinson; 
  • Raja Swedia dan Norwegia, Charles XIII; 
  • Artis, Marc Chagall; 
  • Komposer, Felix Mendelssohn; 
  • Raja Inggris, William IV; 
  • Penulis, Arthur Conan Doyle; Lawrence Dale Bell; 
  • Pelopor mobil, Henry Ford; 
  • Mantan Presiden AS, James K. Polk, Andrew Jackson dan Calvin Coolidge; 
  • Promotor tinju, Don King; 
  • Pendiri Apple, Steve Wozniak; 
  • Hakim Agung, Earl Warren; Mt. Rushmore 
  • Pematung dan desainer, Gutzon Borglum dan Lincoln; 
  • Penjelajah, Richard Francis Burton; 
  • Mantan Presiden AS, Harry S. Truman dan Theodore Roosevelt; 
  • Pejabat Amerika, Davy Crockett; 
  • Raja Belgia, Leopold I; 
  • Politisi, Bob Dole; 
  • Filsuf, Friedrich Schiller; 
  • Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith; 
  • Pemimpin Perang Revolusi, Benedict Arnold; 
  • Hakim Agung, Thurgood Marshall; 
  • Raja Inggris, Edward VIII; 
  • Filsuf, Johann Gottlieb Fichte; 
  • Penjelajah, Hiram Bingham; 
  • Mantan presiden AS, Warren G. Harding dan Lyndon B. Johnson.

Related

Insight 1844872641430737159

Recent

item