Kisah Suami Istri yang Hidup 30 Tahun di Bawah Tanah

Kisah Suami Istri yang Hidup 30 Tahun di Bawah Tanah

Naviri Magazine - Mereka berdua mulai membangun rumah uniknya itu pada 1970-an, dengan tujuan mengurangi penggunaan energi berlebihan. Tiga dekade kemudian, rumah tahan air di kawasan Alabama, Amerika Serikat, itu masih berdiri dan tetap terasa sejuk. Kini, di sekeliling rumah dipenuhi lebatnya rumpun bambu.

Mortenson dan istrinya, Mickey, memang pasangan khas. Mereka menikmati hidup dan waktunya bersama anak cucu mereka. Puluhan tahun mereka berdua berburu apa saja, atau membuat kreasi apapun demi keberadaan rumah mereka. Bahkan, mereka berhasil membuat taman hijau di atap rumah mereka.

Jim dan Micky terhitung telah menghabiskan waktu 30 tahun hidup di rumah bawah tanahnya itu. Rumah sederhana yang mereka bangun selama kurang lebih 8 tahun.

Tidak gila

Kisah bermula pada era embargo minyak tahun 1970. Mortensons dan masyarakat sekitar ia tinggal tengah berjuang keras, hidup di tengah mahalnya bahan bakar minyak. Sejak itulah, ia berpikir konsep hidup hemat energi.

Mortenson mengaku, saat itu ia melihat sebuah artikel di majalah yang mengupas kehidupan di bawah tanah dengan kondisi minim energi pemanas dan penyejuk ruangan. Di situlah minatnya seketika timbul untuk memulai underground living.

"Kami bilang soal ide ini pada keluarga, dan mereka tidak mengatakan bahwa kami gila," ujarnya seraya terbahak. "Saat itu kami masih muda, dan tidak tahu apa yang kami lakukan."

Sejak itu, jadilah mereka berdua membangun rumah untuk mereka sendiri. Butuh waktu kurang lebih 8 tahun untuk mewujudkannya. Meski bentuknya masih "kasar", mereka berdua memutuskan untuk pindah ke rumah barunya itu.

"Waktu itu salah seorang pejabat merasa kasihan dengan kami, sehingga mengizinkan kami berdua tinggal di tempat ini," kenang Mortenson.

Related

World's Fact 7275877973942862774

Recent

item