Ini 9 Penulis Indonesia yang Sudah Menghasilkan Lebih dari 20 Buku

Ini 9 Penulis Indonesia yang Sudah Menghasilkan Lebih dari 20 Buku

Naviri Magazine - Tidak semua orang mampu menjadi penulis, apalagi penulis produktif. Meski mungkin terdengar familier, profesi menulis atau menjadi penulis tidak semudah yang terdengar. Profesi ini membutuhkan pengetahuan, wawasan, sekaligus dedikasi penulisnya.

Indonesia beruntung, karena memiliki cukup banyak penulis yang tidak hanya mampu menghasilkan karya bagus, tapi juga produktif. Berikut adalah 9 penulis di Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 20 buku hingga saat ini.

Pramoedya Ananta Toer

Penulis satu ini bisa dibilang penulis terbaik Indonesia. Ada 50 buku yang telah ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Angka yang fantastis. Penulis yang mendulang kesuksesan lewat Tetralogi Pulau Buru ini juga telah mengharumkan nama Indonesia dengan puluhan karya yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Bahkan Pramoedya sempat dinominasikan untuk meraih penghargaan Nobel Sastra.

Kesuksesan Pramoedya bukan diperoleh dengan mudah. Meskipun sempat beberapa kali dipenjara dan diasingkan, Pramoedya tetap gigih dan menulis. Pramoedya tidak mengenal kata lelah, dan terus membiasakan diri untuk menuangkan pikiran, ide, dan curahan hatinya demi menghasilkan karya.

NH Dini

Nurhayati Sri Hardini, atau biasa dikenal dengan NH Dini, adalah penulis, feminis, dan sastrawan Indonesia. NH Dini telah menghasilkan lebih dari 40 judul buku hingga saat ini. Karya-karyanya banyak mengangkat tema kesetaaraan gender dan derita rakyat kecil.

Kesuksesan NH Dini tidak lepas juga dari kegigihannya menekuni dunia literasi. Sejak kecil, NH Dini sudah senang membaca dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap menulis. Meskipun banyak aral melintang selama perjalanan karirnya, NH Dini tetap berpegang teguh untuk mempertahankan kemampuan kreatifnya dengan terus menulis.

Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono adalah penulis yang tidak bisa kita lewatkan dalam daftar ini. Meskipun usianya sudah mencapai 76 tahun, Sapardi Djoko Damono tetap berkarya. Bahkan karya-karyanya telah mencapai 40-an. Karya-karya tersebut berupa buku puisi, prosa, dan tulisannya bersama penulis lain. Karya terbaru Sapardi Djoko Damono adalah novel Hujan Bulan Juni yang terbit tahun 2015.

Berkat karyanya, Sapardi mendapat banyak prestasi yang menempatkan dirinya sebagai salah satu sastrawan di Indonesia. Kesuksesan Sapardi berawal dari ketertarikannya terhadap dunia literasi.

Mira Widjaja

Mira Widjaja lebih dikenal dengan nama penanya, yaitu Mira W. Mira W adalah salah satu novelis kebanggaan Indonesia. Mira W mulai popular dengan berbagai karyanya yang best-seller dengan total 75 novel, 7 kumpulan novelet, dan cerpen. Kesuksesan Mira W tidak terlepas dari kecintaannya terhadap dunia literasi. Baginya, cinta akan membuatnya terus berkarya.

Meskipun mengalami kesibukan dengan profesinya sebagai dokter dan dosen, Mira W selalu meluangkan waktunya untuk menulis. Menurut Mira W, akan selalu ada waktu yang diluangkan untuk hal yang dicintai.

Asma Nadia

Nama tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Beberapa tahun terakhir ini, nama Asma Nadia sering menghiasi layar kaca dan bioskop. Kalau kalian tahu serial Emak Ingin Naik Haji dan film Assalamualaikum Beijing, keduanya adalah karya Asma Nadia.

Asma Nadia telah menulis lebih dari 20 judul buku, dengan beberapa karyanya menjadi best seller. Karya Asma Nadia selalu punya ide cerita yang sarat dengan religi, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kunci sukses Asma Nadia tidak bisa lepas dari kegemarannya membaca, dan usahanya untuk terus berkarya.

Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib, atau biasa dikenal dengan Cak Nun, adalah salah satu budayawan yang banyak melahirkan karya. Cak Nun telah menghasilkan puluhan karya, termasuk sajak dan esai.

Biasanya, inspirasi dan ide tulisan Cak Nun berasal dari pengalaman pribadi maupun kegelisahannya tentang kondisi bangsa. Salah satu karya puisinya yang terkenal adalah Antara Tiga Kota, yang menceritakan pengalaman hidupnya menyusuri 3 kota yaitu Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya.

Rahasia sukses Cak Nun adalah kegigihannya dalam berjuang menebar kebaikan melalui media dakwah dan tulisan. Cak Nun tidak pernah ragu dalam menuliskan kata demi kata, meskipun karyanya terkadang sarat kontroversi.

Aulia Halimatussadiah

Aulia Halimatussadiah lebih popular dengan nama penanya, yaitu Ollie Salsabeela. Ollie adalah salah satu penulis produktif dengan karya yang telah mencapai 28 judul buku hingga saat ini.

Ollie banyak menulis karya nonfiksi bertema pengembangan diri, seperti The Power In You. Karya yang dihasilkan Ollie mudah dipahami dan menginspirasi. Ollie juga kerap menuangkan pengalaman atau pemikirannya tentang berbagai hal di blognya.

Selain itu, Ollie juga aktif berkiprah di Zetta Media, platform digital yang fokus membangun cerita inspiratif untuk generasi milenial di Indonesia. Sama seperti penulis lainnya, kunci sukses Ollie juga tidak bisa dipisahkan dari kecintaannya terhadap dunia literasi.

Ayu Utami

Ayu Utami tidak bisa dilewatkan dalam daftar ini. Ayu Utami adalah penulis dan sastrawan Indonesia yang melejit namanya lewat karya berjudul Saman. Berkat Saman, nama Ayu Utami melanglang buana hingga keluar negeri.

Ayu Utami telah menulis puluhan karya dengan berbagai genre hingga saat ini. Karya-karya Ayu Utami banyak mendapat penghargaan. Menurut Ayu Utami, menulis adalah salah satu bentuk pembelajaran. Makanya tidak heran kalau Ayu Utami selalu merefleksikan dirinya dalam setiap tulisan yang dihasilkan.

Berkat proses inilah Ayu Utami tidak pernah berhenti menulis dan menjadikannya sebagai bagian untuk belajar menjadi manusia yang jujur. Lewat karyanya, ia berharap pembacanya bisa belajar dari proses menulis.

Darwis Tere Liye

Darwis Tere Liye, atau yang biasa dikenal dengan Tere Liye, telah menghasilkan lebih dari 20 judul buku. Banyak yang berpikir kalau karya Tere Liye hanya berkutat soal keluarga. Padahal, kenyataannya tidak begitu. Karya Tere Liye juga berisi soal roman atau politik.

Bukan cuma termasuk penulis produktif, karya-karya Tere Liye laris manis di pasaran dan beberapa kali menjadi best seller. Bahkan, karyanya pernah diadaptasi ke sebuah film, yaitu Hafalan Surat Delisha.

Related

Figures 2169802953531603276

Recent

item