Kisah 5 Orang yang Berharap Selamat Saat Kelak Kiamat Datang

Kisah 5 Orang yang Berharap Selamat Saat Kelak Kiamat Datang

Naviri Magazine - Kiamat atau hari akhir dunia kerap digambarkan sebagai bencana dahsyat yang menghancurkan kehidupan. Saat kiamat terjadi, air laut akan naik ke darat, gunung-gunung akan meletus, tanah akan terbuka, dan lain-lain, yang semuanya merupakan bencana mengerikan. Hampir bisa dipastikan tidak akan ada manusia yang selamat saat bencana mengerikan itu datang.

Tapi rupanya tidak semua orang berpendapat begitu. Ada segelintir orang yang berpikir untuk dapat menyelamatkan diri saat kiamat tiba, dan mereka telah memulai persiapannya sejak sekarang. Berikut ini lima di antaranya.

Membangun bahtera raksasa

Lu Zhenghai, seorang warga Cina, menghabiskan uang tabungannya sebanyak US$ 160 ribu atau setara Rp 1,5 miliar untuk membangun bahtera raksasa seperti zaman Nabi Nuh. Kapal sepanjang 19 meter dan seberat 72.572 kilogram itu berguna untuk melindungi Zhenghai dan keluarganya dari banjir bandang.

"Kapal ini dibangun dari kayu dan baja," tulis The Week. "Belum jelas apakah Zhenghai bakal mengangkut hewan-hewan ke perahu itu."

Menjadikan bus sekolah sebagai perlindungan 

Bruce Beach adalah mantan guru sekolah menengah atas di Ontario, Kanada. Berusia 78 tahun, Beach tidak asing dengan tempat persembunyian. Sebab di era 60-an, ia telah membangun satu tempat penampungan guna berlindung dari krisis rudal Kuba.

Pada 1980, Beach sudah selesai membangun labirin yang dinamakan Ark Two. berada di bawah tanah, tempat persembunyian ini terdiri dari 42 bus sekolah. Bahkan tiap ruang dilengkapi dapur, kamar mandi, serta kasur terpisah bagi anak-anak dan orang dewasa.

"Kamar Ark Two saya sewakan bagi mereka yang membutuhkannya," kata Beach ke Canadian Press.

Merancang bola raksasa

Tidak mau kalah dengan rekan senegaranya, Yang Zangfu, asal Cina, merancang bola raksasa. Dengan berat 3 ton atau sekitar 2.721 kilogram, bola kuning itu berdiameter 13 meter dan memiliki sebuah lubang. Disebut Atlantis, bola ini dianggap dapat melindunginya dari gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, dan krisis nuklir.

Perkakas keselamatan seharga Rp 3 miliar

Warga Australia, Robert Bast, membelanjakan US$ 350 ribu atau Rp 3,3 miliar untuk makanan, air, kompor gas, generator, dan mobil bak terbuka. Semua perkakas itu diangkut Bast ke sebuah bukit setinggi 1.500 meter dari permukaan laut. Dia juga memboyong istri dan ketiga anaknya.

"Saya yakin akan ada bencana alam," kata Bast ke CNN. "Entah itu disebabkan Matahari yang menghancurkan jaringan listrik, epidemi flu yang membunuh jutaan orang, pergeseran kutub bumi, ataupun komet yang menabrak Bumi."

Menimbun lebah madu

Kathy Horrison adalah seorang ibu rumah tangga asal New England. Menghadapi hari akhir, ia memilih menimbun lebah madu. Alasannya, lebah bisa menghasilkan madu, makanan yang mampu menjaga ketahanan tubuh. "Lebah juga dapat menjadi alat barter," kata Harrison.

Related

World's Fact 4038047517497181475

Recent

item