Daftar Aktor Hollywood yang Memerankan Batman dari Masa ke Masa

Daftar Aktor Hollywood yang Memerankan Batman dari Masa ke Masa

Naviri Magazine - Era baru Batman terus bergulir, seiring pemeran sang superhero ber-alter ego hartawan intelektual, Bruce Wayne, bakal diperankan aktor baru.

Mengutip Variety, aktor utama film bertajuk The Batman yang rencananya akan rilis Juni 2021 itu akan diperankan Robert Pattinson. Itu artinya Ben Affleck tak lagi memerankan jagoan berjubah itu di produksi-produksi DCEU.

Sejatinya, belum sepenuhnya resmi Pattinson yang sohor di franchise Twilight sebagai vampire bernama Edward Cullen itu didapuk jadi Batman. Spekulasi lain menghadirkan pula Nicholas Hoult. Pun begitu, rumor soal Pattinson lebih mencolok.

Publik banyak yang menantikan Pattinson, namun tak sedikit yang mencibir. Pattinson diragukan bakal jadi pilihan pas pengganti Affleck. Tapi itu lumrah, saat Ben Affleck didaulat jadi Batman di produksi DCEU pertama, Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), deras diprotes khalayak. Sampai-sampai, muncul 30 petisi di situs change.org hingga ke Gedung Putih segala.

Terlepas dari itu, pemeran Bruce Wayne juga akan lebih dulu muncul dalam film Joker yang rilis Oktober 2019. Bruce muda, sebelum beralih jadi superhero, akan diperankan aktor muda Dante Pereira-Olson. Dengan begitu, Olson masih jadi pemeran Batman teranyar, mengingat Pattinson belum ada pengumuman resmi.

Olson jadi pemeran Batman kesembilan semenjak kemunculan film pertama Batman pada 1943. Berikut para pemeran Batman lain di layar lebar, dari masa ke masa sebelum era DCEU.

Lewis Wilson, Robert Lowery & Adam West (1943-1966)

Tokoh jagoan fiksi ciptaan Bob Kane dan Bill Finger pada 1939 ini pertama kali diangkat ke layar lebar lewat film seri hitam-putih, The Batman, garapan Columbia Pictures, yang berisi 15 episode. Pemerannya Lewis Wilson. Lantaran rilis di masa Perang Dunia II, jalan ceritanya pun tak luput dari isu-isu perang.

“Wilson dan Douglas Croft (pemeran Robin) mampu menghidupkan karakter Batman dan Robin. Wilson memainkan peran Batman secara lugas, dengan sikap seorang pahlawan. Wilson juga luar biasa dalam menangkap karakter ganda Bruce Wayne di film bernada propaganda perang untuk menaikkan moral, walau akhirnya mengabaikan plot klasik dalam komiknya,” sebut Mark S. Reinhart dalam The Batman Filmography.

Namun, hanya 15 chapter itu saja Wilson jadi Batman. Dalam film seri era klasik berikutnya, Batman and Robin (1949), karakter Batman diperankan Robert Lowery. Namun penampilannya bersama Johnny Duncan yang memerankan Robin, kurang greget.

Versi terakhir era klasik dimunculkan 20th Century Fox pada 1966, dengan tajuk Batman, diangkat dari serial televisi. Dengan pemeran utama Adam West, film ini jadi film Batman pertama yang berwarna.

Michael Keaton (1989-1992)

Setelah lama absen, Batman baru nongol lagi pada 1989 lewat Batman garapan Warner Bros. Batman/Bruce Wayne diperankan Michael Keaton.

Banyak yang tak menyenangi pemilihan Keaton. James Egan, dalam 1000 Facts about Superhero Movies, mencatat, terdapat sekira 50 ribu surat protes yang membanjiri studio Warner Bros. Bob Kane, si pencipta Batman, pun merasa Keaton bukan sosok yang pas, sebagaimana Jack Nicholson yang memerankan Joker di film itu.

Namun nyatanya, film itu meledak di pasaran, sampai Keaton kembali dilibatkan dalam sekuel Batman Returns (1992) meski sang pemeran sangat tidak nyaman dengan kostum Batsuit-nya.

Val Kilmer (1995)

Warner Bros kembali mengangkat Batman dalam Batman Forever pada 1995. Tapi tak lagi diperankan Michael Keaton. Mengutip Entertainment Weekly edisi 15 Juli 1995, Keaton memutuskan mundur dengan alasan tidak sreg dengan sutradara baru, Joel Schumacher.

Akhirnya pilihan jatuh pada Val Kilmer, setelah Schumacher menyisihkan sejumlah opsi lain macam Daniel Day-Lewis, Ralph Fiennes, William Baldwin, dan Johnny Depp. Batman Forever toh tetap booming.

Pada pekan pembukaannya, Warner Bros meraup 52,8 juta dolar Amerika, menyalip rekor Jurassic Park sebagai film terlaris di pekan pertama. Tak sedikit pula yang memuji peran Val Kilmer, terlepas ia juga mengaku kegerahan dengan kostum Batsuit-nya.

George Clooney (1997)

Batman di layar lebar berikutnya merupakan sekuel persembahan Warner Bros, Batman & Robin. Val Kilmer urung tampil, lantaran melanggar kontrak dengan Warner Bros, akibat terlibat dalam film The Saints. “Val mengaku dia mundur, namun kami menyatakan dia dipecat,” ujar Schumacher kepada Entertainment Weekly, 31 Mei 1995.

Sempat mempertimbangkan William Baldwin, Schumacher akhirnya menjatuhkan pilihan pada George Clooney karena dianggap lebih bisa membawakan karakter Batman tak seserius, setegas, dan “segelap” yang dibawakan Michael Keaton.

Schumacher ingin menyajikan karakter Batman yang lebih ringan dan friendly ditonton anak-anak. Sial, Batman & Robin gagal meledak, dan dianggap sejumlah kritikus sebagai film Batman terburuk, hingga Warner Bros batal melanjutkan sekuel dan reboot-nya.

Christian Bale (2005-2012)

Seram dan sangar. Penuh sisi gelap namun terasa greget. Itulah kesan dari era baru film Batman lewat trilogi Dark Knight garapan sutradara Christopher Nolan, masih di bawah naungan Warner Bros.

Filmnya lebih cocok ditonton usia remaja ke atas, lantaran terdapat banyak adegan kekerasan. Christian Bale dimunculkan Nolan di tiga filmnya, Batman Begins (2005), The Dark Knight (2008), dan The Dark Knight Rises (2012).

Meski sudah memulai karier sejak 1987, Bale belum dianggap aktor besar saat casting. Saingannya saat itu mulai dari Henry Cavill, Jake Gyllenhaal, Joshua Jackson, Billy Crudup, hingga (mendiang) Heath Ledger.

Namun Bale mampu memukau Nolan saat casting dan reading naskah. “Dia mempunyai keseimbangan antara sisi gelap dan terang, di mana dua hal itu yang paling kami cari,” tutur Nolan dalam rilis pers Warner Bros, 11 September 2003.

Related

Film 5930111477102735114

Recent

item