Kisah Aneh Whitley Strieber, Orang yang Pernah Diculik Alien

Kisah Aneh Whitley Strieber, Orang yang Pernah Diculik Alien

Naviri Magazine - Banyak cerita dari orang-orang yang mengaku pernah diculik alien, makhluk asing yang hingga kini masih misterius keberadaannya. Bukan hanya orang-orang dari luar negeri saja yang mengaku pernah diculik alien, orang Indonesia pun ada yang mengaku pernah diculik alien.

Rata-rata mereka yang mengaku pernah diculik alien akan menderita semacam halusinasi, atau gangguan psikologis berat. Tapi benarkah mereka memang pernah diculik alien?

Sebagai salah satu korban penculikan alien, nama Whitley Strieber mungkin kalah pamor kalau dibandingkan Barney dan Betty Hill atau Travis Walton. Tapi tetap saja, Strieber yang berprofesi sebagai novelis ini berhasil melambungkan kisah penculikannya sendiri ketika ia menerbitkan serial novel Communion, novel bergaya fiksi ilmiah yang diambil dari kisah nyata.

Di novel itu, dia menceritakan bahwa sepanjang hidupnya sudah berkali-kali diculik alien-alien kecil pendek bermata melotot, yang membawa dia untuk digunakan dalam semacam penelitian.

Strieber pertama kali diculik pada 4 Oktober 1985. Ketika itu, Strieber bersama istri, anak, dan dua temannya, tidur di kabin Strieber di New York. Semuanya sudah tidur, tapi Strieber mendadak bangun karena melihat cahaya biru yang menyinari langit-langit. Berpikir itu cuma cerobong yang terbakar, dia pun tidur kembali.

Mendadak, Strieber bangun lagi dari tidurnya, saat terdengar suara letusan keras. Dia membangunkan istrinya, dan bisa mendengar anaknya berteriak-teriak di lantai bawah. Strieber melihat kabinnya sudah diselubungi cahaya. Ia pun bergegas turun untuk mengambil anaknya. Tapi, belum sampai di bawah, cahaya itu tiba-tiba hilang.

Selama berhari-hari, Strieber terus kepikiran kejadian itu. Samar-samar dia ingat pernah melihat sebuah kristal besar yang tingginya ratusan kaki, dengan ujung mengangkangi rumah. Kristal itu menghasilkan cahaya aneh.

Karena kejadian itu, Strieber jadi paranoid. Dia jadi ketakutan tinggal di New York, lalu memilih pindah ke Texas. Meskipun begitu, dia tetap ketakutan dan merasa diawasi, hingga akhirnya memilih kembali ke New York.

Dia kembali diculik pada malam tanggal 26 Desember 1985. Alien-alien itu membuatnya pingsan, dan membawa Strieber ke sebuah ruangan melingkar. Di sana, Strieber diperiksa otaknya, dan para alien mengambil sampel kotorannya.

Ketakutan, Strieber memutuskan untuk menelepon seorang ahli UFO, bernama Budd Hopkins. Hopkins menyarankan untuk melakukan hipnotis regresif. Setelah melakukan sesi hipnotis selama beberapa minggu, semua kisah akhirnya terkuak. Strieber tidak hanya diculik pada malam tanggal 4 Oktober dan 26 Desember. Dia telah diculik berkali-kali.

Strieber ingat, pada suatu kali, dia melihat tentara-tentara yang tak sadarkan diri di dalam piring terbang. Para alien telah melakukan berbagai penelitian terhadap Strieber. Mulai dari penelitian otak (dengan memasukkan sebuah alat melalui hidungnya), dan menunjukkan berbagai simbol yang membangkitkan kenangan.

Sejak itu, kehidupan Strieber semakin aneh. Dia mulai mencium bau badan para alien di sekeliling rumah. Dia diteror kenangan-kenangan mengerikan dan telepon-telepon aneh, stereonya mulai berbicara kepadanya, dan Strieber juga merasakan adanya waktu-waktu yang hilang.

Penculikan dan pengalaman aneh yang dialaminya membuatnya tak bisa bekerja, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghadapi ketakutannya, dan menuliskan pengalaman-pengalamannya menjadi sebuah novel.

Awalnya, novel itu diberi judul Body Terror. Tapi pada suatu malam, saat istrinya tidur di sebelahnya, ia berbicara dengan suara dalam yang aneh, dan memperingatkan Strieber untuk mengganti judulnya menjadi Communion. Karena, kalau tidak, dia bakal bikin orang-orang ketakutan.

Ketika Communion diterbitkan, Whitley Strieber langsung menjadi salah satu korban penculikan alien paling terkenal di dunia.

Related

Mistery 4844533743018163722

Recent

item