Frankfurt Book Fair, Pesta Buku Terbesar dan Tertua di Dunia

Frankfurt Book Fair, Pesta Buku Terbesar dan Tertua di Dunia

Naviri Magazine - Siapa pun yang pernah mengikuti Frankfurt Book Fair (FBF) di Jerman tentu sepakat ajang ini tak ubahnya tempat berpesta buku. Di sini, para profesional industri buku dunia—format cetak maupun digital—berguyub dan mengkreasikan hal baru.

Dari penerbit, penjual, agen, produser film, sampai penulis buku, turut berpartisipasi di pameran buku tertua dan terbesar di dunia ini. FBF sudah digelar sejak abad ke-15, seiring diciptakan mesin tik untuk pertama kali oleh Johannes Gutenberg.

FBF yang juga dikenal dengan Frankfurter Buchmesse siap digelar di Frankfurter Messe (Frankfurt Trade Fair), kompleks bangunan seluas hampir 37 hektare.

Saban tahun, FBF menampilkan lebih dari tujuh ribu partisipan pameran asal 100 negara, dari Albania sampai Zimbabwe. Tak kurang 10 ribu jurnalis siap meliput acara yang dijejali 300 ribu pengunjung ini.

Penulis Peter Weidhaas, yang menjabat direktur pameran periode 1975-2000, mengisahkan, Raja Henry VIII pernah mengutus Sir Thomas Bodley untuk memborong buku-buku di FBF demi menambah koleksi perpustakaan Oxford University.

Publikasi buku di Frankfurt sempat terganjal larangan kalangan rohaniawan Katolik dan Protestan, pada abad ke-17. Pada 1949, pasca Perang Dunia II, atmosfer FBF diperbarui oleh 205 peserta pameran asal Jerman.

Sejak itu, FBF berkembang pesat, hingga berskala internasional. FBF juga menyajikan seminar edukasi, antara lain bertema publikasi elektronik dan efek media sosial terhadap publikasi. Selain arena buku, tentu saja ada arena kuliner.

“Di era digital, format buku cetak berubah menjadi e-book. Salah satu yang masih bertahan: industri buku masak,” jelas Claudia Kaiser, vice president for business development FBF. Arena kuliner FBF sekaligus memperkenalkan buku masak dan masakannya.

Related

Business 6664463606726110

Recent

item