Menghasilkan Banyak Uang dengan Lelucon di Media Sosial

Menghasilkan Banyak Uang dengan Lelucon di Media Sosial

Naviri Magazine - Belakangan, dunia bisnis tanah air dimeriahkan kehadiran pengusaha muda yang energik dan kreatif. Sederet nama anak muda mewarnai ketatnya persaingan bisnis dalam negeri. Mereka muncul berbekal segudang ide kreatif yang dijadikan modal mendulang rupiah.

Dengan berbekal kreativitas, media sosial jadi alat atau mesin pencetak uang. Semakin banyak aplikasi di media sosial atau iklan di Facebook, Twitter, Instagram, Line, memberi bukti adanya perputaran uang di media sosial.

Andrey Noelfry Tarigan mungkin masih asing di kalangan pengusaha sukses. Namun bila Anda memiliki akun media sosial Instagram, tentu akan familiar dengan Dagelan. Akun yang berisi candaan dengan sindiran melalui gambar ini jadi primadona di Tanah Air. Andrey adalah sosok di balik ketenaran Dagelan.

Di usia 25 tahun, Andrey sudah menjadi Co-Founder PT Infia Media Pratama, perusahaan yang menghasilkan produk Dagelan. Diceritakan Chief marketing officer PT Infia Media Pratama, Danny Syaharyaputra, sebelum mendirikan Dagelan, bosnya itu memiliki bisnis bersama rekannya.

Seiring berjalannya waktu, mereka mencoba memiliki bisnis media. Lantaran memiliki selera humor sama, akhirnya lahir ide membuat lelucon gambar di media sosial.

"Tak terduga, ternyata, lelucon mereka mendapatkan respons yang positif dan dukungan dari teman-temannya. Dari sanalah mereka mulai berpikir untuk membuat sebuah media bersama, di media sosial, untuk menyalurkan semua cerita lucu tersebut. Andre pun akhirnya memberikan nama untuk media ini, Dagelan," kata Danny.

Menurut Danny, karena gaya guyonan dan sindiran yang ditampilkan di akun Instagram, Dagelan akhirnya mampu menjaring pengikut atau followers hingga jutaan akun. Meningkatnya jumlah followers berujung menghasilkan keuntungan. Tentunya menjadi tempat iklan atau buzz beragam jenis produk dan jasa.

"Dari akun ini, dia (Andrey) memperoleh banyak followers dan menjadi salah satu akun dengan jumlah followers terbanyak. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh Dagelan untuk mendukung industri kreatif untuk lebih maju dan berkembang," jelasnya.

Kisah Dara Prayoga tak jauh beda dari yang dialami Andrey. Bedanya, Dara Prayoga memanfaatkan akun media sosial Twitter, dan dia menjadi seorang selebristi Twitter atau selebtwit Indonesia. Dia sudah menjadi buzzer Twitter sejak 2011.

Pria berusia 23 tahun ini menceritakan awal mendapatkan klien. Seorang agen iklan mengirimkan surat elektronik (email) untuk mengajaknya kerja sama.

"Awalnya ada yang minta email, bilangnya mau kerja sama," kata pria yang akrab disapa Oka ini.

Oka melanjutkan, saat itu dia ditawari harga cukup fantastis untuk membantu mengiklankan produk perusahaan. Harga yang ditawarkan Rp 150.000 per kicuan atau twit.

"Di Twitter itu, kita lebih cepat mendapat informasi, dan bisa berkomunikasi dua arah," terangnya.

Related

Internet 6395535820185547390

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item