Kisah Ajaib Wanita yang Hidup Sendirian di Pulau Salju

Kisah Ajaib Wanita yang Hidup Sendirian di Pulau Salju

Naviri Magazine - Membayangkan Pulau Salju mungkin dingin, dan mustahil bertahan hidup di tempat itu dengan kondisi keterbatasan. Namun, siapa sangka di dunia ini ada seorang wanita yang mampu menaklukkan kehidupan di pulau Saju. Dia adalah Ada Blackjack.

Pada tahun 1921, satu tim kecil beranggotakan lima orang berangkat dari Nome, Alaska, menuju pulau Wragel di dekat Siberia. Ekspedisi itu bertujuan untuk mengklaim wilayah itu sebagai bagian dari Kerajaan Inggris.

Namun, sayang, perjalanan itu berubah menjadi drama mengerikan yang membuat satu krunya hidup dalam kondisi mengerikan.

Para kru tiba saat musim dingin dan bersalju, dan persediaan mereka bertahan selama berbulan-bulan tiba-tiba habis. Maka kru tersebut bertahan hidup dengan mamancing dan berburu.

Bahkan kapal penyelamat yang dijanjikan pun terpaksa berbalik, karena es tebal dan tanpa saluran komunikasi apa pun.

Ketika itu, tahun 1923, salah seorang kru bernama Knight jatuh sakit, kemudian kru lain, Crawford, Galle, dan Murer, mencoba mencari peradaban dengan melintasi es. Sayangnya, mereka tidak pernah kembali, dan tidak ada berita tentang mereka yang mencapai kota Siberia.

Hanya seorang diri bersama Knight yang jatuh sakit, Ada Blackjack mengambil alih semua tugas, menumpuk kayu, berburu, bahkan merawat Knight. Juga mencatat semua aktivitasnya dalam buku harian.

Sayangnya, pada 23 Juni 1923, Knight meninggal, dan hal itu membuat Blackjack tinggal sendirian.

Hidup sebatang kara di atas tanah es, Ada Blckjack mungkin bisa meninggal kapan saja, namun dia berpikir tentang janji pada putranya untuk kembali. Itu yang mendoroangnya untuk tetap bertahan hidup.

Karena tidak memiliki kekuatan untuk mengubur Knight, dia meninggalkannya di kantong tidur, dan melindunginya dari hewan.

Dengan menggunakan persediaan dan kotak-kotak tua, ia membuat lemari, tempat ia menyimpan kacamata dan amunisi di lapangan, serta rak senjata, tempat ia menyimpan senapan dan platform tinggi yang bisa diburu. Akhirnya, ia juga membuat perahu kulit dari kayu apung dan kanvas.

Dia juga mulai menggunakan peralatan fotografi kapal, dan mengumpulkan cukup banyak koleksi foto dirinya di dalam dan sekitar kampnya. Hidupnya juga dikelilingi marabahaya, karena beruang kutub yang siap menerkam.

Hingga akhirnya, setelah sekian lama menunggu, Ada Blackjack diselamatkan, dua tahun setelah dia pertama kali tiba di pulau itu.

Kondisinya baik-baik saja, bahkan Pers menjulukinya, "Robinson Crusoe", dan segera dibawa menuju kampung halamannya.

Kembali ke Nome, dia dipersatukan kembali dengan putranya, Bennett, meskipun uang yang dijanjikan tidak pernah dibayarkan.

Bennett dan Blackjack akhirnya pindah dari Nome, dan menjalani sisa hidup mereka di Palmer, Alaska, dalam ketidakjelasan.

Related

Mistery 7555134393262724561

Recent

item