Mengapa Banyak Selebriti yang Terjerat Obat-obatan dan Narkoba?

Mengapa Banyak Selebriti yang Terjerat Obat-obatan dan Narkoba?

Naviri Magazine - Artis atau selebritis yang ditangkap karena penyalahgunaan narkoba mungkin sudah sering kita dengar atau baca. Di Indonesia atau di luar negeri, ada banyak selebriti yang ketahuan memakai narkoba, dengan berbagai alasan dan latar belakang. Selain narkoba, ada pula artis-artis yang diketahui memiliki ketergantungan dengan obat-obatan.

Melihat kasus-kasus semacam itu, baik di Indonesia maupun luar negeri, semestinya menimbulkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi di dalam industri hiburan?

Meski tak semua kasus penyalahgunaan obat-obatan berakhir dengan kematian, riset milik Johannes M. Just, dkk. yang berjudul “Drug-related celebrity deaths: A cross-sectional study” menunjukkan terdapat 295 selebritas meninggal dunia dalam rentang waktu 1970-2015. Persisnya, terdapat 38,6% musisi, 15,5% aktor, dan 5% model yang hidupnya tamat karena konsumsi narkoba.

Masih berdasarkan riset yang sama, alasan selebritas menggunakan obat-obatan adalah untuk meningkatkan stamina, melawan rasa sakit, dan menjaga kebugaran karena mereka berada di bawah tekanan terus-menerus untuk tampil prima, sehat, dan produktif. Ini pun belum memasukkan variabel lain: jadwal yang padat.

Dalam survei yang melibatkan ribuan musisi di Inggris, riset University of Westminster pada 2016 berjudul “Can Music Make You Sick? Music And Depression” menemukan bahwa 71,1% musisi mengaku mengalami kecemasan parah dan 68,5% mengaku mengalami depresi.

Berdasarkan riset tersebut, depresi dan kecemasan ini disebabkan karena beberapa faktor dalam kondisi kerja yang parah, namun yang paling krusial adalah bayaran rendah atau bahkan tak dibayar sama sekali. Salah satu kalimat dalam riset tersebut patut digarisbawahi: satu-satunya hal yang menyebabkan musisi mengalami depresi adalah industri musik itu sendiri.

Dalam kondisi industri hiburan yang sedemikan rupa, ketenangan tentu menjadi barang langka. “Kokain adalah tempat persembunyianku. Kebanyakan orang menjadi sangat aktif ketika menggunakannya, tapi bagiku ia justru menenangkan,” kata mendiang Robin Williams suatu waktu.

Dalam “Celebrity Capital: redefining celebrity using field theory”, Driessens, mengutip Krieken, mendefinisikan selebritas sebagai “pembadanan dari bentuk kapital yang lebih abstrak, yakni atensi/perhatian”.

Dengan kata lain, kehadiran si selebritaslah faktor utama dari apa yang dibutuhkan industri hiburan. Maka, dari sisi industri hiburan, menjadi wajar ketika selebritas dituntut untuk terus maksimal, misalnya tak boleh terlihat lelah.

Dengan demikian, bisa dipahami pula jika selebritas kian tertekan agar dapat terus menjaga penampilannya. Ketika seorang selebritas sudah tertekan, lalu menggunakan obat-obatan untuk mengatasinya, industri hiburan juga tak memfasilitasi rehabilitasi.

Di Amerika Serikat, misalnya, selebritas pengguna obat-obatan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menempati tempat rehabilitasi, salah satu yang terkenal adalah Malibu Mansion.

Related

Celebrity 6061954419070797331

Recent

item