Misteri Jejak Kaki Raksasa yang Ditemukan di Seluruh Dunia (Bagian 1)

Misteri Jejak Kaki Raksasa yang Ditemukan di Seluruh Dunia

Naviri Magazine - Kita sering mendengar cerita-cerita tentang para raksasa pada zaman purbakala, demikian juga dengan penemuan-penemuan kerangka raksasa dari seluruh dunia.

Namun sekarang ini tampaknya agak sulit untuk mendapatkan gambar-gambar kerangka manusia raksasa yang asli, dan membedakannya dengan yang palsu, karena mayoritas orang-orang sekarang bergantung pada institusi-institusi atau perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh para elite (okultis), yang mengendalikan seluruh informasi yang beredar di dunia: mana yang boleh diketahui dan sejauh mana itu dibuka, dan mana yang disensor dan mana yang dipalsukan atau disinformasi.

Orang-orang itu menyisipkan gambar-gambar palsu ke internet, supaya kita tidak bisa mendapatkan kepastian yang benar dari semuanya ini, dan akan meragukan semuanya.

Berikut ini beberapa penemuan, yang menunjukkan jejak-jejak kaki peninggalan para raksasa yang ditemukan di seluruh dunia. Beberapa di antaranya kemungkinan palsu, dan yang lain membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya. Namun semuanya ini cukup menarik untuk dipelajari dan diperhatikan.

Jejak-jejak kaki di batu

Banyak orang mengetahui kisah tentang Hanuman, pengikut setia dewa Rama yang disebutkan dalam Kitab Ramayana. Sisa-sisa keberadaan Hanuman pada zaman purbakala di bumi ada dalam bentuk jejak-jejak kaki raksasa yang tercetak pada batu, tempat dia melompat dan mendarat di beberapa negeri. Berikut ini empat tempat di mana jejak kaki Hanuman dapat dilihat.

Jejak kaki Hanuman di Thailand

Di Thailand, ada buku yang dinamai “Ramakien”, yang artinya “Kemuliaan Rama“. Ini merupakan versi Thailand dari kitab epik Sanskrit kuno Ramayana.

Ibukota kuno Thailand dulunya bernama “Ayutthaya“, yang dinamai menurut ibukota dewa Ramachandra di Ayodhya di India. Ibukota Bangkok sekarang dulunya merupakan pos perdagangan kecil dari Ayutthaya, yang berjarak 40 kilometer jauhnya.

Jejak kaki raksasa di Lepakshi, Andhra Pradesh

Kota historis Lepakshi memiliki hubungan dengan peristiwa yang tertulis dalam epik Ramayana India. Ketika raksasa Rahvana menculik Sita Devi (Dewi Sita) dan membawanya pergi ke Lanka, seekor burung bernama Jatayu berperang melawannya. Dia tidak dapat bertarung lama, dan akhirnya jatuh di tempat ini.

Menurut Valmiki Ramayana, dewa Rama yang ditemani Lakshmana menjumpai burung Jatayu yang sekarat di tempat ini. Mereka menolongnya mencapai moksha dengan mengucapkan kata-kata “Le Pakshi,” yang dalam bahasa Telugu artinya “Bangkitlah, burung.” Karena itu, nama tempat ini menjadi Lepakshi.

Jejak kaki raksasa di Lepakshi, Andhra Pradesh

Dipercayai bahwa ketika Hanuman melompat terbang dari India ke Sri Lanka, dia mendarat di Lepakshi, Andhra Pradesh, dengan tenaganya yang begitu besar, sehingga jejak kakinya meninggalkan bekas di batu yang keras.

Jejak kaki Hanuman di Malaysia

Di Penang, Malaysia, juga ada jejak kaki Hanuman, yang dipelihara di dalam sebuah kuil kecil. Para peziarah melemparkan koin-koin pada jejak kaki itu untuk mendapatkan keberuntungan.

Jejak kaki raksasa di Mpuluzi, Afrika Selatan

Terletak di Afrika Selatan, di dekat kota Mpuluzi, para geolog keheranan dengan jejak kaki manusia raksasa yang ditemukan di batuan granit kasar, berukuran kira-kira 4 kaki. Itu dikatakan berumur antara 200 juta hingga 3 milyar tahun, jika didasarkan pada pemahaman tentang pembentukan batu-batu granit dalam sejarah Bumi.

Jejak kaki di granit ini ditemukan tahun 1912 ,oleh seorang pemburu bernama Stoffel Coetzee, ketika berburu di daerah terpencil. Pada waktu itu, wilayah ini merupakan bagian yang sangat terpencil di Afrika Selatan, yang dikenal sebagai Transvaal Timur, dan sangat melimpah dengan binatang-binatang liar.

Tulang-belulang raksasa lain yang juga ditemukan di Afrika Selatan turut mendukung mitos ini, seperti yang diprediksi oleh para ilmuwan bahwa makhluk seperti manusia ini tingginya diperkirakan 3,6 meter.

Usia batuan yang mencapai 3 milyar tahun ini menimbulkan spekulasi apakah batuan ini sengaja dipahat untuk menjadikannya berbentuk seperti jejak kaki. Tetapi kemungkinan ini sangat kecil karena lokasinya yang begitu terpencil, sehingga hal tersebut sangat diragukan telah dilakukan.

Jejak kaki di Kuil Ain Dara, Syria

Ain Dara adalah sebuah desa kecil di barat laut Aleppo, Syria, dimana terdapat Kuil Ain Dara, yang terletak di sebelah barat desa. Kuil ini ditemukan pada tahun 1955, ketika sebuah patung singa raksasa dari batuan basalt ditemukan, tanpa sengaja.

Yang menarik dari Kuil Ain Dara adalah cetakan kaki raksasa yang di berada lantai batu kuil tersebut. Sepasang jejak kaki dapat ditemukan di lantai serambi, kemudian diikuti oleh satu jejak kaki, dan satu jejak kaki berikutnya terdapat di pintu gerbang aula utama.

Jarak antara kedua jejak kaki ini kira-kira 9 meter. Langkah sejauh 9 meter ini tentunya menunjukkan tinggi badan “orang” ini, yang kira-kira tingginya 19,5 meter.

Baca lanjutannya: Misteri Jejak Kaki Raksasa yang Ditemukan di Seluruh Dunia (Bagian 2)

Related

World's Fact 4370483880954651892

Recent

item