Misteri Keberadaan Perahu Nabi Nuh Akhirnya Terungkap

Misteri Keberadaan Perahu Nabi Nuh Akhirnya Terungkap

Naviri Magazine - Pada 2 Mei 1988 silam, terjadi gempa yang sangat hebat, menimpa wilayah pegunungan Ararat yang diselimuti salju, dan membuka misteri artefak perahu/bahtera Nabi Nuh yang telah terkubur selama 5.000 tahun lamanya. 

Setelah kejadian gempa bumi tersebut, ditemukan sebuah lubang batu besar, dengan sebuah lubang pahatan yang diduga merupakan Drogue Stones. Drogue Stones adalah teknologi perahu pada zaman kuno. Digunakan pada bagian belakang perahu, untuk menstabilkan pergerakan perahu di laut lepas.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa zaman Nabi Nuh tidak seprimitif yang mungkin kita bayangkan. Pada zaman tersebut, ilmu pengetahuan dapat dikatakan sudah cukup maju dan berkembang.

Beberapa contoh yang membuktikan analisa tersebut adalah beberapa temuan mencengangkan di kaki gunung Ararat. Para peneliti dari Rusia menemukan lebih kurang 500 artefak batu baterai elektrik purba, yang merupakan sebuah alat untuk menyadur logam. Dari hasil temuan itu, sangat jelas bahwa zaman Nabi Nuh telah mengenal listrik.

Struktur perahu Nabi Nuh

Para ahli sejarah memperkirakan, Nabi Nuh menciptakan perahunya pada tahun 2465 SM. Kemudian, diperkirakan pada 2345 SM terjadi bencana banjir bandang yang dahsyat, yang merendam hampir setengah populasi manusia di muka bumi.

The Great Noah Ark adalah nama yang diberikan untuk perahu Nabi Nuh. Bentuk kapal Nabi Nuh tidak serupa dengan kapal-kapal yang ada saat ini. Menurut para peneliti yang melihat langsung kapal Nabi Nuh di atas gunung Ararat, serta beberapa hasil gambar yang diambil oleh satelit, tampak The Great Noah Ark memiliki ukuran rangka yang begitu besar dan kokoh.

Perahu Nabi Nuh disusun atas rangkaian kayu dari jenis pohon purba yang sudah punah. Namun sebagian peneliti menyebut konstruksi kapal dari jenis kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, Indonesia. Ukuran bangkai kapal yang ditemukan, setelah diukur, yaitu 7.546 kaki, dengan panjang bahtera kurang lebih 500 kaki, 83 kaki lebar, dan 50 kaki tinggi.

Diprediksi, dengan ukuran yang sangat besar itu, kapal Nabi Nuh dapat mengangkut ratusan ribu manusia dan hewan dari bermacam spesies. Menurut Dr. Whitcomb, kapal Nabi Nuh dapat menampung 3.700 mamalia, 8.600 jenis unggas, 6.300 reptil, dan 2.500 amfibi. Selebihnya adalah manusia dari kaum Nabi Nuh yang mempercayai ajarannya.

Penemuan molekul baja

Para peneliti, dengan kecanggihan teknologi yang mereka miliki, menangkap sebuah radar, yaitu seperti adanya molekul baja dalam kapal tersebut. Ternyata mereka menemukan sebuah struktur baja yang, setelah dilakukan kajian mendalam, merupakan struktur baja dari jenis "vessel". Jenis “vessel” ini berumur lebih dari 100.000 tahun, terbukti bahwa itu ciptaan tangan manusia.

Beberapa sarjana berpendapat bahwa kemungkinan besar ‘Noah Ark’ dibangun di sebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu kawasan yang terletak di selatan Irak.

Jika ia dibangun di selatan Irak dan akhirnya terdampar di Utara Turki, kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 Km.

Related

Technology 1648071677226396034

Recent

item