Habib Luthfi, Ulama Asal Pekalongan yang Menjadi Tokoh Internasional

Habib Luthfi, Ulama Asal Pekalongan yang Menjadi Tokoh Internasional

Naviri Magazine - Habib Luthfi tidak saja menjadi idola masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Setiap menjelang Pilpres misalnya, Habib Luthfi kebanjiran tamu istimewa.

Disebut istimewa, pasalnya tamu-tamu yang menyempatkan hadir di rumah Habib Luthfi adalah para calon presiden maupun wakil presiden. Sebut saja Capres Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, Amin Rais, Puan Maharani (putri Megawati), Hamzah Haz, juga Prabowo. Sedangkan cawapresnya, Sholahudin Wahid dan Hasyim Muzadi.

Dari semua yang hadir, rata rata mereka selalu berdalih hanya silaturrahmi biasa, tidak ada misi khusus berkaitan dengan kunjungannya. Akan tetapi, aktivitas mereka selalu dibaca sebagai upaya untuk mohon doa restu dan minta dukungan, apalagi di antara mereka ada yang berbicara empat mata dengan Habib, sehingga  mereka bisa diduga kehadirannya untuk keperluan pemilu yang digelar.

Tamu Habib memang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, anggota dewan, pengusaha, seniman, artis, hingga rakyat jelata. Dengan tekun, Habib Luthfi mendengarkan satu per satu  permasalahan, kemudian beliau memberikan solusi sehingga mereka pun pulang dengan perasaan puas.

Hal ini diakui mantan Wakil Wali Kota Pekalongan, yang juga mantan Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, juga santri Habib Luthfi. Selama 40 tahun sebagai santrinya, ada satu hal yang sangat dikaguminya, yaitu dalam hal stamina. Beliau kuat duduk berjam-jam untuk sekadar ngobrol dengan para tamu, meski tamunya itu tidak beliau kenal, ujarnya. “Abah fisiknya luar biasa, jarang sakit meski aktivitasnya cukup tinggi. Padahal makan saja tidak teratur.”

Di samping itu, Habib Luthfi tidak pernah membeda-bedakan asal muasal tamu. Sehingga ratusan tamu yang datang ke kediamannya setiap hari selalu dilayani dengan sabar dan penuh kesungguhan. Kadang mereka harus menunggu berhari-hari jika Abah sedang berada di luar kota, ujar H. Fachir yang memanggil Abah kepada Habib Luthfi.

Pernah suatu ketika, seorang bekas gali (geng pencuri) datang untuk bertobat dan minta diakui sebagai santrinya Habib. Tanpa banyak pertanyaan, Habib langsung membaiat gali tersebut, dan kemudian diterima sebagai santrinya, untuk menjadi salah satu murid thariqah.

Related

Moslem World 512637150272083625

Recent

item