Tidak Lama Lagi, Motor Bebek Akan Punah di Indonesia

 Tidak Lama Lagi, Motor Bebek Akan Punah di Indonesia

Naviri Magazine - Di awal kemunculannya, motor bebek menjadi jenis tunggangan yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia. Namun, seiring kehadiran skuter matik, motor yang dikenal irit itu perlahan ditinggalkan. Bahkan, sepanjang 2019 lalu, tak satu pun merek asal Jepang yang meluncurkan produk baru di segmen tersebut.

Selama setahun lalu, jenama besar asal Negeri Sakura, seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki, hanya melakukan penyegaran terhadap motor bebek yang sudah ada. Buruknya lagi, pembaruan itu hanya bersifat minor, dan menyentuh bagian warna serta aksen tambahan saja.

Padahal, di negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand, penjualan bebek masih terbilang stabil. Bahkan, menurut laporan Paultan, salah satu penjualan terbaik Yamaha di Negeri Malaysia ialah motor bebek. Lantas, mengapa di Tanah Air bisa sedemikian anjlok?

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor atau AHM, sebagai agen pemegang merek motor Honda di Indonesia, Thomas Wijaya, menyebut ada perbedaan kultur antara konsumen di Tanah Air dan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Itulah mengapa, saat disinggung mengenai peluncuran bebek baru, ia terkesan masih ragu.

“Di negara lain, Vietnam misalnya, motor bebek masih digemari. Tapi itu mereka, bukan kita (Indonesia). Ada perbedaan pasar terutama mengenai minat konsumen serta kultur,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Ketua Bidang Komersil AISI, Sigit Kumala, juga mengatakan, pasar bebek sangat mengkhawatirkan. Penjualannya terus menurun, seiring berjalannya waktu. Di akhir tahun lalu, penyusutannya bahkan menyentuh 14,8 persen, dan hanya menyumbang enam persen dari pasar secara keseluruhan.

Angka itu tentu memantik satu pertanyaan baru, akankah bebek segera punah dalam waktu dekat?

Pengamat otomotif senior sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, membenarkan bahwa era kejayaan motor bebek di Indonesia memang sudah usai. Kendati tidak dalam waktu dekat, namun ia meyakini produk bertubuh ramping itu hanya menunggu waktu sampai benar-benar tamat.

“Itu karena banyak yang bergeser dari bebek ke matik, karena user (pengguna) semakin mencari kemudahan dan kepraktisan dalam mobilitas di tengah jalan perkotaan yang ramai dan padat,” terangnya.

Ia juga menambahkan, kehadiran motor listrik yang belakangan ramai menyerbu pasar domestik, pasti kian menyulitkan bebek untuk tetap bertahan di pasar roda dua. Salah satu cara agar model itu kembali digandrungi, adalah dengan memberi penyegaran baru dengan garis desain tak biasa.

Jadi, mau dan sanggupkah pabrikan melakukannya?

Related

Automotive 3874653885460721547

Recent

item