Agar Aman, Aturan Mengonsumsi Viagra Perlu Diperhatikan

Agar Aman, Aturan Mengonsumsi Viagra Perlu Diperhatikan, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Viagra telah menjadi solusi utama bagi pria yang menderita disfungsi ereksi. Dengan cara kerja meningkatkan aliran darah menuju penis dan membuatnya mampu berereksi.

Dalam mengatasi disfungsi ereksi, viagra sebenarnya bukan zat perangsang dan tidak meningkatkan nafsu seksual, tetapi hanya bekerja bila ada stimulasi seksual atau rangsangan erotik.

Biasanya, Viagra mulai bekerja satu jam setelah dikonsumsi, dan ereksi akan terjadi sebagai respons dari stimulasi seksual tersebut. Menurut penelitian Lie T Merijanti Susanto, Disfungsi Ereksi (DE) merupakan masalah yang signifikan dan umum di bidang medis, dan merupakan kondisi yang tidak berhubungan dengan proses penuaan seseorang.

Pria cenderung menggunakan Viagra karena kinerja seksual dianggap sebagai prioritas utama bagi mereka. Viagra bekerja selektif terhadap Phosphodiesterase tipe 5 (PDE5) dibandingkan dengan PDE yang lain. Dengan demikian, efek utmanya adalah terhadap korpus kavernosus di penis.

Namun, karena PDE5 juga ada di pembuluh darah, maka pengaruh obat ini terhadap pembuluh darah juga tidak bisa diabaikan.

Dosis yang dianjurkan biasanya 25-100 mg, dengan dosis maksimal 100 mg. Sehingga mengonsumsi Viagra secara berlebihan dari yang diresepkan dapat berpotensi menyebabkan risiko kesehatan yang fatal.

Sedangkan mengonsumsi Viagra secara berlebihan dapat menyebabkan priapisme, yang merupakan ereksi terus-menerus dan menyakitkan, yang sering berlangsung berjam-jam lamanya. Padahal normalnya ereksi ketika mengonsumsi Viagra adalah 4 jam. Dan jika ereksi berkepanjangan seperti itu tentu dapat menyebabkan jaringan penis rusak secara permanen, dan akan sulit mengeras di kemudian hari.

Selain itu, Viagra juga dapat menurunkan tekanan darah, sehingga bisa menyebabkan masalah jantung, seperti detak jantung yang tidak teratur, dan lebih buruk lagi adalah menyebabkan serangan jantung.

Viagra memang mendapatkan banyak popularitas di kalangan pria penderita disfungsi ereksi, dan juga mereka yang bahkan tidak membutuhkan obat sama sekali. Insiden overdosis viagra lebih sering terjadi pada orang yang mengonsumsi pil ini secara berlebihan.

Related

Sexology 6874240794296246404

Recent

item