Bikin Boneka dari Limbah Kayu, Pemuda Ini Raup Untung Rp 10 Juta Per Bulan

Bikin Boneka dari Limbah Kayu, Pemuda Ini Raup Untung Rp 10 Juta Per Bulan, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Tak sedikit orang melewati masa muda dengan sejumlah perilaku negatif, dan tidak sedikit pula yang akhirnya terjebak dalam bahaya narkoba. Banyak anak muda di Tanah Air yang tak berpikir jernih dalam mengambil keputusan dan bersikap.

Namun, hal ini tidak dialami Faiz Sadad, mahasiswa semester 6 di salah satu kampus swasta di Jakarta. Masa mudanya dihabiskan dengan menyalurkan hobi, dan akhirnya menghasilkan fulus yang tidak sedikit.

Faiz menjalankan usaha pembuatan boneka dengan bahan baku kayu, yang disebut Bokumi. Usaha ini sudah dijalankan sejak 2012 silam, dan memberi keuntungan jutaan rupiah per bulan.

Faiz menceritakan awal mula usaha yang dilakoninya. Ide pembuatan boneka dengan kayu ini sebenarnya sudah tercetus sejak 2008 silam, di mana dia tengah bosan melewati masa remajanya. Akhirnya, dia dan ayahnya memulai usaha ini, dan Bokumi resmi di jual ke masyarakat pada 2012 silam.

"Tahun 2008, saya merasa bosan gambar di kertas. Iseng-iseng mau ngubah budaya, bikin tantangan baru, jadi gambar ada medianya (kayu)," katanya.

Modal awal usaha ini, diceritakan Faiz, tidak besar yaitu hanya sekitar Rp 15 juta. Dana ini dibutuhkan untuk membeli mesin kayu. Sedangkan bahan baku didapat dari limbah kayu yang diolah.

Boneka kreasi yang disebut Bokumi ini berasal dari limbah kayu palet yang digunakan untuk alas pengiriman kulkas, tv dan lainnya. Kayu ini sebenarnya tidak digunakan lagi, dan Faiz mengelolanya jadi boneka. "Daripada enggak digunakan lagi, jadi kita olah jadi Bokumi,"

Faiz tak menyangka, usaha boneka kayu kreatif yang dibuatnya bersama ayahnya disukai masyarakat. Banyak pesanan, hingga usaha terus berkembang.

Usaha ini terus berjalan. Sejak 2015 silam, Faiz dipercaya oleh orang tuanya untuk memegang usaha ini sendiri. 'Buah jatuh tak jauh dari batangnya', Faiz ternyata juga ahli seperti ayahnya.

"Sejak 2015, pas umur 19 tahun, orang tua sudah enggak megang bisnis Bokumi ini, jadi semuanya sampai tahun 2017 ini saya yang ngejalanin," tuturnya.

Faiz kini memegang usaha Bokumi sendiri. Dikelola anak muda, usaha Faiz mampu menghasilkan laba bersih hingga Rp 10 juta per bulan. Rata-rata keuntungan diraih tiap bulan berbeda, tergantung kesibukannya.

"Karena sambil kuliah, biasanya Rp 5 juta sampai Rp 8 juta keuntungan bersih, tapi kadang-kadang kalau bonus bisa dapat Rp 10 juta ke atas," katanya.

Menjalankan usaha ini tak semudah membalik telapak tangan. Banyak tantangan dan rintangan yang dilalui, dan Faiz harus jatuh bangun mengelolanya. Usaha Bokumi pernah tutup pada 2014 silam, karena kesibukannya kuliah. Namun, usaha ini kembali dijalankan pada 2015, dan tetap eksis sampai sekarang.

"2014 vakum karena saya kuliah, orang tua juga sibuk kerja, jadinya Bokumi gak keurus. Tapi 2015, saya sudah fokus lagi promosiin Bokumi," tuturnya.

Tak berhenti di situ, kendala lain yang dihadapi Faiz adalah pemasaran. Bokumi, yang merupakan produk baru dan jarang didengar masyarakat, cukup sulit untuk memasarkannya. Meski demikian, Faiz tak patah arang, dan terus berusaha mengembangkan usaha ini.

Saat ini, Bokumi sudah cukup terkenal, dan Faiz pernah diundang ke salah satu TV swasta karena kekreatifannya. Selain itu, Faiz juga sering diundang ke berbagai seminar wirausaha sebagai narasumber.

Faiz bermimpi, boneka kayu buatannya bisa diekspor ke luar negeri. Dia juga akan mengeluarkan produk baru dalam waktu dekat, sehingga lebih mudah menembus pasar dunia.

"Sudah ada rencana buat ekspor, soalnya di luar pasti apresiasinya bakal besar banget, apalagi ini memanfaatkan limbah kayu. Tapi sebelumnya Bokumi mau ada produk terbaru, jadi tidak hanya sebagai hiasan tapi bisa digunakan untuk keperluan lainnya," katanya.

Related

Business 6998397465340706528

Recent

item