Kewalahan Hadapi Wabah Corona, India Akhirnya Umumkan Lockdown

Kewalahan Hadapi Wabah Corona, India Akhirnya Umumkan Lockdown, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - India, negara terpadat kedua di dunia, mengumumkan lockdown nasional pada Minggu lalu. Lockdown yang menempatkan ratusan juta warga India dalam karantina mandiri ini ditujukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

"Ini adalah awal dari pertarungan yang panjang," tulis Perdana Menteri Narendra Modi di Twitter-nya. "Orang-orang di negara ini telah mengumumkan hari ini bahwa kita dapat menghadapi dan mengalahkan tantangan sebesar mungkin jika kita yakin."

Sebelumnya, warga India sempat memberi apresiasi pada para pekerja medis, yang telah bekerja keras mengobat pasien Covid-19. Para warga berdiri di balkon pukul 17.00, dengan bertepuk tangan dan membunyikan panci atau wajan, atas instruksi Modi.

Tetap di rumah 

India sebelumnya sudah menerapkan aturan karantina mandiri, lalu pemerintah mengimbau negara-negara bagian memberlakukan lockdown di distrik-distrik yang terkena virus.

Kini semakin banyak negara bagian dan teritori, termasuk ibu kota New Delhi, yang menerapkan aturan ini, dan melarang semua kegiatan kecuali untuk layanan penting.

Delhi, kota dengan populasi hampir 20 juta penduduk, menutup perbatasan daratnya, dan menutup toko-toko serta kantor swasta hingga 31 Maret. Negara-negara lain juga menerapkan lockdown sebagian atau penuh, dengan banyak menutup perbatasan, membatasi pergerakan warganya, dan menghentikan operasional sebagian besar transport umum.

Beberapa bagian seperti Bengala Barat, dengan populasi lebih dari 90 juta, me-lockdown kota-kota besar tetapi tidak di pedesaan.

Kereta api India juga membatalkan semua layanan, kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret. Penerbangan internasional sudah dilarang beroperasi sejak seminggu yang lalu, sementara sekolah, fasilitas hiburan dan monumen seperti ikon Taj Mahal, telah ditutup.

Karantina mandiri, yang dinilai sebagai latihan untuk penguncian lebih lama, dilakukan ketika jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di India melonjak melewati 360, dengan 7 kematian.

Para ahli mengatakan, kurangnya pengujian mungkin menyembunyikan skala sebenarnya dari krisis kesehatan. Pengujian virus corona diperluas ke laboratorium swasta, dan sekarang orang tanpa gejala yang telah melakukan kontak dengan pasien juga akan dites.

'Kami sedang berperang' 

"Musuh ada di sana, tidak terlihat dan sulit dipahami... Kami berusaha untuk mengalahkannya. Kami sedang berperang, perang kesehatan masyarakat tentunya."

Kalimat itu diucapkan guru sekolah, Sumita Dutta, pada AFP di Kolkata, ketika dia bertepuk tangan di depan rumahnya, memberi apresiasi pada pekerja medis.

Asia Selatan adalah wilayah berpenduduk terpadat di dunia, sementara India memiliki sistem kesehatan masyarakat yang kurang memadai, karena kekurangan dokter dan rumah sakit.

"Kami berada dalam pertarungan yang sangat panjang," kata virologis Shahid Jameel dari badan amal penelitian biomedis, Wellcome trust/DBT Alliance.

Di Dharavi, Mumbai, salah satu daerah kumuh terbesar di dunia, penduduk mengatakan kekhawatirannya tentang virus itu.

"Kami hidup berdampingan satu sama lain di ruang-ruang kecil yang terbatas. Tapi sekarang kami tidak diizinkan keluar sama sekali, dan polisi menegakkannya dengan ketat. Jadi ini adalah sesuatu yang menantang," kata Raju Shaikh, dikutip dari AFP.

Baca laporan lengkap » Data, Fakta, dan Perkembangan Wabah Corona.

Related

News 6893502385424670873

Recent

item