Kisah Petualang yang Kaget Ada Wabah Corona di Mana-mana

Kisah Petualang yang Kaget Ada Wabah Corona di Mana-mana, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Masih ada orang yang tak tahu ihwal wabah corona yang menjadi perhatian warga dunia. Sekelompok petualang mengaku terkejut dengan adanya wabah corona, setelah mereka kembali dari berkemah. Ke mana saja mereka selama ini?

Seorang dari anggota kelompok petualang itu, Charlie Warzel, mengatakan, mereka menghabiskan waktu selama 25 hari berkemah dan mengarungi Sungai Colorado di Grand Canyon, Amerika Serikat. Perjalanan itu dimulai pada 19 Februari 2020 dan selesai 14 Maret 2020.

Selama itu pula, mereka tak mengakses dunia luar. Tak ada koneksi internet, sambungan telepon dengan keluarga atau teman yang ada di kota. Memang ada telepon satelit di perahu. Namun alat komunikasi itu hanya bisa mengirimkan pesan teks satu arah. Mereka benar-benar mengakrabkan diri dengan alam.

"Kami tak menyadari virus corona telah menjadi pandemi global," kata Warzel seperti dikutip dari Newser.

Seusai menyusuri Sungai Colorado, seorang pekerja di perusahaan arung jeram bertanya apakah para petualang ini sudah mengetahui perkembangan informasi tentang wabah corona. "Kami kompak menjawab tidak tahu."

Petugas arung jeram tersebut kemudian memberikan kabar terbaru dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat terkait corona.

"Sebagian dari kami mengira dia hanya bercanda," kata Zach Edler, salah seorang petualang dalam rombongan itu. Selama perjalanan pulang, mereka juga bergurau dan berandai-andai kalaupun wabah corona itu benar adanya.

Namun ketika sampai di rumah masing-masing, mereka terkejut karena semua orang begitu ketakutan dan mengurung diri. Setelah bertanya dan menyimak berita, mereka baru sadar kalau virus corona baru atau COVID-19 telah meluas ke berbagai negara.

"Ingin rasanya kami kembali ke dunia di mana wabah ini tidak ada. Tapi itu tidak akan pernah terjadi," kata Edler.

Charlie Warzel mengaku berusaha kembali ke kehidupan nyata setelah 'mengasingkan diri' selama 25 hari di hutan. Dia menyesalkan banyak yang menjadi korban karena virus corona. "Kami menghadapi berbagai hal yang begitu menantang selama menyusuri sungai, sekarang ada lagi yang lebih menakutkan."

Petualang lainnya, Sarah Knaack, mengatakan situasi selama menyusuri Sungai Colorado begitu menyenangkan seperti di surga.

"Tapi kami akhirnya terbangun. Banyak orang menimbun makanan karena pandemi corona terus menyebar ke berbagai negara, dan jumlah pasien corona melonjak," ucap dia seperti dikutip Daily Mail.

Baca laporan lengkap » Data, Fakta, dan Perkembangan Wabah Corona.

Related

World's Fact 993279031532320257

Recent

item