Ternyata, Menjadi Bintang TikTok Juga Bisa Dapat Banyak Uang (Bagian 1)

Ternyata, Menjadi Bintang TikTok Juga Bisa Dapat Banyak Uang, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Vicky Banham terkejut saat menerima panggilan telepon dari sebuah perusahaan pemasaran yang mau menerbangkan perempuan 21 tahun itu ke Ibiza, untuk menghadiri pesta peluncuran album baru oleh DJ Sigala.

Beberapa hari kemudian, Banham sudah ada di pulau di Spanyol itu, berpesta di samping DJ tersebut. "Itu sangat aneh, keren, tapi juga seperti tak nyata," katanya. "Kegilaan selama 24 jam—begitu menyenangkan."

Banham diminta untuk datang ke acara itu karena dia punya 1,3 juta penggemar di TikTok, sebuah aplikasi ponsel pintar dari perusahaan China, Bytedance, yang memungkinkan pengguna membagikan video pendek, seringnya seputar meme, dan populer secara internasional.

Tak ada kesepakatan formal terkait perjalanan tersebut, selain bahwa semua biaya perjalanannya ditanggung, dan tak ada kewajiban bagi Banham untuk menggunggah acara tersebut di akunnya. "Dia hanya ingin ada beberapa orang TikTok di sana."

Undangan ini menggambarkan cara untuk mengilustrasikan bagaimana kemunculan TikTok sebagai pemain penting dalam lanskap media sosial.

Pada Februari lalu, aplikasi itu diunduh satu miliar kali di smartphone Apple dan Android, menurut perusahaan pengawasan aplikasi, SensorTower. Lebih dari 660 juta unduhan terjadi hanya di 2018—220 juta kali lebih banyak daripada Instagram di periode yang sama.

"Dua perbandingan nyata adalah Snapchat dan Vine, dua-duanya mengkhususkan pada konten yang pendek, dua-duanya banyak digunakan oleh anak-anak muda," kata James Whatley, partner strategi di Digitas UK. "Dan di sana Anda melihat kreativitas yang asli dan menyenangkan menjadi viral."

Dan dengan ratusan juta pengguna yang sebagian besar adalah remaja dan pra-remaja, TikTok adalah impian bagi pengiklan.

Kemampuan para influencer di platform lain seperti Instagram dan YouTube sudah banyak diketahui—mereka yang memiliki banyak pengikut bisa menghasilkan sampai miliaran untuk satu unggahan sponsor. Jadi apakah hal yang sama juga berlaku pada bintang TikTok?

Platform muda

Kini para bintang TikTok mendapat uang dari video bersponsor, berbeda dari pesaingnya, YouTube.

"Di YouTube, Anda mendapat uang dari berapa banyak yang menonton video Anda, tapi di TikTok Anda belum mendapat uang dari jumlah penonton," kata Javi Luna, aktor Spanyol dan kreator di TikTok dengan 4 juta penggemar.

Luna mulai mengunggah TikTok pada musim panas 2018, dan penggemarnya semakin bertambah karena mereka suka dengan sketsa komedinya yang unik tentang hubungan dan cinta.

Platform itu lebih mirip Instagram, katanya, "Saat Anda mendapat banyak pengikut atau semakin sering Anda ditonton, brand kemudian akan mengirimkan email dan mengatakan bahwa mereka mau bekerja dengan Anda."

Ini adalah kesempatan bagi entrepreneur seperti Josh Shepherd, yang mendirikan agen bakat TikTok bernama Influentially, sekitar setahun lalu.

Perusahaannya mewakili sekitar 15 bintang platform tersebut, yang total memiliki 15 juta penggemar. Mereka sudah menjalankan 35 kampanye dalam tujuh bulan terakhir, membayar $1.937 untuk membawa bintang TikTok ke acara-acara seperti pertandingan Formula E.

Jika dibandingkan dengan influencer di situs media sosial lain, jumlah itu kecil—menurut Shepherd, ada influencer YouTube dengan jumlah pengikut sama yang bisa mendapat $65 ribu (sekitar Rp900 juta lebih) untuk promosi yang sama.

Kesenjangan penghasilan itu disebabkan karena anak-anak muda menggunakan TikTok sebagai platform. Tak seperti YouTube, di mana kreator sudah mendapat uang dari iklan dan konten bersponsor selama bertahun-tahun, TikTok adalah platform yang relatif baru dan belum teruji.

Baca lanjutannya: Ternyata, Menjadi Bintang TikTok Juga Bisa Dapat Banyak Uang (Bagian 2)

Related

Technology 5842982185633633364

Recent

item