Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar AS Jika Pemerintah Lamban Tangani Corona

Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar AS Jika Pemerintah Lamban Tangani Corona,  naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali merosot. Kondisi tersebut tak lepas dari situasi global dan penyebaran virus corona yang semakin masif.

Berdasarkan data Financial Times, kurs berada di Rp 16.536 per dolar AS pada pukul 11.10 WIB, melemah 4 persen dibandingkan sebelumnya.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia, memproyeksi jika penyebaran COVID-19 terus berlangsung dalam waktu yang lama di tahun ini, dan penanganan pemerintah masih lamban, rupiah bisa anjlok hingga Rp 20.000 per dolar AS.

"Kan ada beberapa skenario, optimisnya rupiah bisa kembali lagi Rp 15.000, terburuknya bisa Rp 20.000 per dolar AS," ujar Telisa.

Dia melanjutkan, saat ini investor melihat penanganan pemerintah dalam penyebaran virus corona. Utamanya sejumlah stimulus di bidang kesehatan.

"Rupiah bisa overshoot ke angka Rp 20.000 jika kita berada di masa puncaknya virus ini, makanya benar-benar harus ada policy redam itu. Sekarang tuh sektor kesehatan leading-nya, ekonomi jadi secondary aja," jelasnya.

Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI), kata Telisa, juga perlu dikendalikan. Hal ini agar tak menekan cadangan devisa Indonesia.

"Intervensi dengan kondisi volatilitas sekarang, mungkin kelihatannya seperti enggak terlihat, padahal itu mengurangi volatilitas. Tapi kondisinya memang sangat luar biasa, jadi mungkin ke depan intervensi perlu dikendalikan, jangan sampai cadangan devisa menipis karena ini," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan, bank sentral mengucurkan Rp 195 triliun membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menstabilkan rupiah.

Sementara hingga akhir Februari 2020, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa turun menjadi USD 130,4 miliar.


Related

News 8241856688649658288

Recent

item