Begini Proses dan Tata Cara Pemakaman Jenazah di Planet Mars

Begini Proses dan Tata Cara Pemakaman Jenazah di Planet Mars, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Saat ini, para ilmuwan tengah melakukan pendalaman bagaimana mengirim manusia dengan aman ke Planet Mars. Kemudian, ditemukan pula fakta bahwa penerbangan ke sana membutuhkan waktu enam hingga sembilan bulan. Lantas, bagaimana jika manusia meninggal dunia di tengah perjalanan?

Dilansir dari situs Space, dalam karya fiksi ilmiah, mereka yang meninggal dunia di pesawat ruang angkasa dalam perjalanan menuju Planet Mars, jasadnya akan dibuang lewat pintu khusus atau airlock.

Tapi, jika mereka sampai mendarat di Planet Mars, maka menguburkannya menjadi pilihan yang tepat. Pun, benda-benda yang ditinggal jenazah juga ikut dikubur di planet merah tersebut.

Ilmuwan memperkirakan, jenazah hanya akan menjadi mumi, karena Mars tidak memiliki bakteri yang bisa membuat tubuh busuk, namun justru bisa membuat efek radiasi.

Dengan demikian, daripada membuang jenazah kru yang sudah mati ke luar angkasa, pilihan yang bisa diambil adalah membuat mumi di Planet Mars.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada tiga orang yang meninggal dunia di luar angkasa dalam melakukan misi Soyuz 11. Ketiganya adalah Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev, dan Vladislav Volkov, yang tewas tragis pada 1971.

Ke depannya, karena akan semakin banyak waktu yang dihabiskan di Planet Mars atau Bulan, maka penting bagi ilmuwan di Bumi untuk mempertimbangkan membuat rencana soal apa yang harus dilakukan jika kru mereka meninggal di luar Bumi.

Kemungkinan tidak akan ada lagi mayat yang dibuang dari airlock, ketika mereka menemui ajal di dalam pesawat ruang angkasa. Oleh sebab itu, JJ Hastings bersama Pia Interlandi kini sedang melakukan penelitian pakaian ritual kematian dan daur ulang untuk manusia.

Proyek penelitian ini bertujuan untuk mengkonseptualisasikan proses kematian dan berduka di Planet Mars, dengan cara yang sejalan dengan hak asasi manusia (HAM).

Pakaian itu memiliki empat lapisan, dan 100 persen dapat terurai, sehingga tubuh juga bisa terurai tanpa limbah sintetis tambahan.

Materialnya terbuat dari jenis sutra, karena terasa nyaman, ringan, dan terbuat dari ulat sutra. Sedangkan ide daur ulang manusia adalah dengan membuat kompos tubuh dan mengubahnya kembali menjadi bahan baku.

"Akhirnya bisa dipakai lagi bajunya di Planet Mars. Sumber daya yang ada di tubuh manusia tidak dibuang begitu saja," papar Hastings.

Meski belum ada detail bajunya akan seperti apa, tetapi sepertinya akan menggunakan konsep medis dan bidang pertanian untuk pembuangan hewan.

Caranya dengan melarutkan protein pada tubuh manusia, dan meninggalkan cairan serta tulang. Cairan ini kemudian bisa digunakan untuk menutrisi tanaman yang tumbuh di Planet Mars.

Related

Science 4972180305291609566

Recent

item