Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa (Bagian 3)

Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Popularitas The Beatles menarik perhatian yang tak terduga pada musik Inggris, dan beberapa pemusik Inggris lain juga memulai debut masing-masing di Amerika, dan sukses, sehingga dalam 3 tahun berikutnya pengaruh musik Inggris diistilahkan dengan Invasi Britania (British Invasion).

Gaya rambut The Beatles yang panjang, tidak biasa untuk zaman itu, banyak diejek oleh orang-orang dewasa, namun menginspirasi para anak muda.

Tur internasional mulai bulan Juni dengan 22 konser selama lebih dari 19 hari di Denmark, Belanda, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru. Starr masuk rumah sakit setelah menjalani tonsilektomi mulai setengah tur, dan digantikan Jimmie Nicol.

Pada Agustus, mereka kembali ke Amerika untuk tur keliling 23 kota selama sebulan, mulai dari San Fransisco sampai New York City. Namun ada masalah dengan pengeras suara yang pada saat itu kurang bagus dan berukuran kecil, sehingga musik yang dimainkan susah terdengar, selain harus berhadapan dengan suara teriakan penggemar.

A Hard Day's Night, Beatles for Sale, Help! dan Rubber Soul

Para anggota The Beatles mulai berakting dalam film dengan judul A Hard Day’s Night, yang dirilis bulan Juli dan Agustus 1964, masing-masing di London dan New York. Disutradarai oleh Richard Lester dan diproduksi oleh United Artist Records dari Maret sampai April 1964, film ini merupakan dokumenter hitam putih The Beatles yang ribut dengan suasana canda tawa namun menuai kesuksesan.

Menurut Allmusic, lagu latar film yang judulnya sama, A Hard Day's Night, memperlihatkan bahwa The Beatles "benar-benar memenuhi perannya sebagai grup musik. Semua pengaruh berbeda pada 2 album pertama telah melebur menjadi suara yang terang, gembira, asli, dan dipenuhi dengan suara gitar yang berdenging." (The Beatles is "truly coming into their own as a band. All of the disparate influences on their first two albums had coalesced into a bright, joyous, original sound, filled with ringing guitars.")

"Suara gitar yang berdenging" sebenarnya adalah hasil dari gitar listrik Rickenbacker bersenar 12 milik Harrison, yang khusus diberikan oleh pembuatnya.

Beatles for Sale, album keempat The Beatles, ditandai dengan timbulnya konflik serius antara komersialisme dan kreativitas. Direkam antara Agustus dan Oktober 1964, formatnya sengaja ingin dibuat seperti A Hard Day’s Night, yang tak seperti 2 album sebelumnya, tidak ada lagu yang didaur ulang.

Dihadapkan pada tur internasional yang panjang, proses menulis lirik menjadi agak terganggu. Lennon mengatakan "materi menjadi masalah utama" ("Material's becoming a hell of a problem".)

Enam lagu daur ulang dimasukkan dalam album. Dirilis bulan Desember awal, 8 nomor lagunya dapat diterima dengan baik, mencerminkan kematangan materi lirik lagu yang diproduksi bersama antara Lennon dan McCartney.

Pada April 1965, dokter gigi Lennon dan Harrison menaburi kopi mereka dengan LSD saat mereka sedang makan malam bersama. Dua pemuda itu mengakui bahwa mereka sengaja mencoba narkotika, diikuti oleh Starr pada satu kesempatan lain. McCartney agak segan, namun akhirnya mengaku pada 1966, dan kemudian menjadi yang pertama mendiskusikannya secara terbuka.

Penobatan The Beatles dengan gelar Members of the Order of the British Empire (MBE) oleh Ratu Elizabeth II, memicu kontroversi setelah penghargaan itu sebelumnya dinominasikan kepada Perdana Menteri Harold Wilson. Beberapa penerima MBE konservatif mengembalikan lencana mereka, sebagai bentuk protes karena pada saat itu penghargaan MBE cuma diberikan untuk veteran perang dan negarawan.

Film kedua The Beatles, Help!, yang kembali disutradarai oleh Lester, dirilis bulan Juli. Disebutkan sebagai film yang menampilkan lelucon ala Bond, para personel The Beatles maupun kritikus berpendapat masing-masing.

McCartney mengatakan: "Help! adalah film yang bagus, namun bukan film kami – kami cuma bintang tamu. Filmnya menyenangkan, tapi sebenarnya, untuk ide sebuah film, tampak kurang benar". ("Help! was great but it wasn't our film—we were sort of guest stars. It was fun, but basically, as an idea for a film, it was a bit wrong.")

Lagu-lagu latar didominasi oleh Lennon, yang menjadi vokalis utama dan penulis sebagian besar lirik, termasuk lagu utama yang diikutsertakan Help dan Ticket to Ride. Album yang juga berjudul sama, Help!, menjadi LP studio ke-5, berisi campuran material asli dan rekaman terdahulu.

Karakteristik lainnya ada overdub yang semakin meningkat, dan permainan alat musik klasik, seperti kuartet alat musik gesek dalam lagu balada Yesterday. Dikomposisikan oleh McCartney, lagu Yesterday sampai kini menjadi lagu yang paling banyak dinyanyikan ulang. Lagu Dizzy Miss Lizzy, merupakan lagu penutup.

Pada 15 Agustus, kunjungan ketiga The Beatles ke Amerika Serikat dibuka dengan konser di Stadion Shea, New York, dengan penonton 56.000 orang. Sembilan konser berikutnya mendulang sukses di berbagai kota.

Di akhir tur, keempat personel diperkenalkan pada Elvis Presley, tokoh yang juga berpengaruh pada musik mereka. Elvis mengajak ke rumah, menggubah musik lewat improvisasi (jam session) di ruang tamu, berdiskusi mengenai bisnis musik, dan berbagi anekdot.

Album Rubber Soul, dirilis awal Desember, dipuji oleh kritikus sebagai kemajuan baru, dan musiknya semakin kompleks. Penulis dan kritikus Ian MacDonald menilai Rubber Soul "recovered the sense of direction that had begun to elude them during the later stages of work on Beatles for Sale" ("memulihkan kembali rasa direksi yang sudah ditinggalkan sejak akhir tahap pengerjaan Beatles for Sale").

Berbeda dengan Help! yang memasukkan unsur-unsur musik klasik seperti flute dan alat musik gesek, Rubber Soul memperkenalkan permainan sitar dalam lagu Norwegian Wood (This Bird Has Flown), sebuah kreativitas yang melampaui kebiasaan di musik rock.

Ada pula cara penulisan lirik yang semakin berbeda antara Lennon dan McCartney, walaupun masih berkolaborasi. Temanya juga meluas dari hal-hal tentang romansa dan sebagainya.

Di sisi lain, lirik lagu menarik perhatian penggemar yang menangkap keindahan dan kedalaman maknanya. Ada spekulasi yang menafsirkan bahwa "Norwegian Wood" bermakna "ganja".

Pada tahun 2003, majalah Rolling Stone memasukkan Rubber Soul ke nomor 5 di antara 500 Album Terbaik Sepanjang Masa (The 500 Greatest Albums of All Time), sementara Allmusic memujinya sebagai salah satu album folk rock klasik. Lain dengan Lennon maupun McCartney, menurut mereka album itu "cuma album yang lain" ("just another album").

Kontroversi, tahun-tahun di studio, dan perpecahan (1966–1970)

Pada Juni 1966, Yesterday and Today—salah satu kompilasi album yang diproduksi oleh Capitol Records untuk pasar Amerika Serikat, menimbulkan kehebohan karena sampulnya menampilkan The Beatles meringis dan memakai pakaian tukang jagal, lengkap dengan daging dan boneka bayi yang dimutilasi.

Kemungkinan sebuah sindiran kepada Capitol yang dianggap "menjagal" album-album mereka. Ribuan kopi album dipasarkan dengan sampul berbeda-beda. Sebuah album asli pertama yang masih terbungkus mencapai harga $10,500 pada sebuah lelang bulan Desember 2005.

Dalam tur ke Filipina setelah perilisan Yesterday and Today, The Beatles tak sengaja membuat ibu negara, Imelda Marcos, merasa tersinggung karena menolak jamuan sarapan istana kepresidenan di Manila.

Sebagai juru bicara, Epstein menolak dengan halus, karena merasa tidak pernah menerima undangan resmi semacam itu. The Beatles lalu menyadari bahwa permintaan rezim Marcos tidak boleh dijawab dengan kata "tidak". Terjadi beberapa keributan yang membahayakan, dan mereka susah payah keluar dari negara itu.

Baca lanjutannya: Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa (Bagian 4)

Related

Music 5789421710157738930

Recent

item