Mengapa Lagu-lagu Pop Sekarang Lebih Sering Galau? Ini Penjelasan Ilmuwan

 Mengapa Lagu-lagu Pop Sekarang Lebih Sering Galau? Ini Penjelasan Ilmuwan, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Musik pop cengeng adalah genre yang unik. Pasalnya, di satu sisi, pop cengeng—salah satu genre paling populer di muka bumi—bisa mengeskpresikan sentimen paling rumit sekalipun dengan tanpa tedeng aling-aling, sembari tetap setia dalam batasan-batasan musik pop yang generik.

Kendati tendensi makin sedihnya musik pop adalah sesuatu yang kita yakini sejak populernya musisi-musisi macam The Weeknd, Charli XCX, Princess of Summertime Sadness, Lana Del Rey, bukti ilmiah dugaan itu baru muncul belakangan ini.

Sebuah penelitian terbaru, yang dilakukan oleh peneliti di University of California, dan diterbitkan di journal Royal Society Open Science, memastikan bahwa musik pop memang makin sedih saja, setidaknya dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Para periset menganalisis 500.000 lagu yang dirilis di Britania Raya dalam kurun waktu antara 1985 hingga 2015, untuk mengidentifikasi tren sonik yang terjadi dalam jangka waktu tersebut.

Beberapa tren yang membentang selama beberapa dekade mulai terungkap. Misalnya, ada tren penurunan sentimen “bahagia” dan “kecerahan”, serta tren peningkatan “kesedihan.” Lebih dari itu, lagu-lagu pop cenderung jadi kurang “maskulin.”

Yang menarik, lagu-lagu yang sukses punya dinamika unik. Umumnya, lagu-lagu ini cenderung “lebih bahagia,” “lebih ramah digunakan dalam pesta-pesta,” “kurang santai” dan lebih “feminin” dibanding lagu-lagu lainnya.

Mereka juga menjabarkan metodologi penelitian yang mereka pakai:

“Kami menggunakan metode random forest untuk memprediksi kesuksesan lagu. Aspek pertama yang kami lihat adalah komponen akustiknya, setelah itu kami menambahkan variabel “superstar” (untuk memberitahu kami apakah musisi yang menyanyikannya pernah menduduki puncak chart di masa lalu yang tak terlalu jauh).

“Ini memungkinkan perhitungan kontribusi karakteristik musik dalam kesuksesan lagu, dan menentukan skala waktu dinamika tertentu dalam musik populer.”

Di antara beberapa temuannya, penelitian ini berhasil mengamati turunnya tren popularitas musik rock, dan memastikan bahwa pop dan dance sebagai genre musik paling populer saat ini. Lebih jauh, penelitian ini juga menegaskan bahwa walaupun lagu-lagu pop yang lebih sendu lebih sering dirilis, lagu-lagu yang riang dan bahagia tetap saja lebih populer.

Dalam keterangannya pada Associated Press, Natalia L. Komarova, salah satu periset utama dalam penelitian, mengatakan, "Jadi kelihatannnya, kendati mood keseluruhan musik pop kini kurang riang, orang-orang memilih untuk melupakannya dan berjoget saja.”

Amatan yang menarik. Dan seiring makin populernya estetika sendu di dunia maya, kesimpulan penelitian sangat logis. Lazimnya, kita mencari musik yang merefleksikan zaman yang kita hidupi, dan apa yang kita rasakan (entah sebagai bagian identifikasi atau guna menemukan katarsis).

Related

Science 5397702439347342658

Recent

item