Misteri Bencana Dahsyat yang Pernah Menghancurkan Planet Mars

Misteri Bencana Dahsyat yang Pernah Menghancurkan Planet Mars,  naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Satelit yang dikirim ke planet Mars pada tahun 1976 telah mengumpulkan informasi mengenai sifat geologi Mars dan atmosfernya. Gambar-gambar pemetaan dari pesawat pengorbit menunjukkan secara jelas bahwa planet Mars mengalami peristiwa bencana yang hampir tidak terbayangkan.

Goresan-goresan di wajah Mars

Dengan adanya bukti-bukti lautan dan air pernah mengalir di permukaan Mars dalam jumlah besar, tampaknya atmosfer Mars dulunya lebih tebal, dengan iklim yang lebih bersahabat. Pada suatu waktu di zaman purbakala, karena suatu alasan yang masih diperdebatkan para astrofisikawan, terjadi bencana dahsyat di Mars. Lautan Mars tersapu dari permukaan planet, menenggelamkan benua-benua. Atmosfernya yang tebal terkoyak, dan lingkungan yang dulunya seperti bumi kemudian menjadi tandus.

Dalam Majalah Sains edisi Oktober 1987, D.P. Cruikshank dan R.H. Brown melaporkan potongan berita yang menakjubkan. Mereka telah menemukan senyawa organik pada 3 asteroid: Murray, 103 Electra, dan Orguiel. Menggunakan proses analisa spektral dari pantulan cahaya ketiga asteroid ini, Cruikshank dan Brown mendeteksi adanya asam amino.

Lebih menakjubkan lagi, “hasil dari suatu proses perubahan karena air” seperti tanah liat juga ditemukan, menunjukkan bahwa planet induknya dipengaruhi oleh air.

Jika asteroid ini nyatanya mengandung sedimen, itu tidak bisa muncul tanpa keberadaan air dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang lama. Hal ini juga membutuhkan lingkungan dengan gaya gravitasi yang cukup kuat untuk menahan atmosfer yang padat, untuk menghasilkan cuaca dan erosi air.

Bukti yang ditemukan pada asteroid ini hanya bisa berarti bahwa mereka berasal dari planet induk yang memiliki lapisan atmosfer dan lautan.

Teori utama yang diterima secara umum mengenai terciptanya sabuk asteroid yang berada di antara Mars dan Yupiter adalah “pertumbuhan planet yang gagal” – yaitu pada awal tata surya purba, sebuah planet, yang oleh para astronom dinamai Astera, terbentuk di tempat yang sekarang ini ditempati sabuk asteroid, namun karena kekurangan massa, dan karena pengaruh gravitasi Yupiter, ia hancur terpecah-pecah.

Teori ini tidak mungkin benar, karena telah menjadi jelas bahwa baik planet Mars maupun planet induk misterius dari sabuk asteroid ini dulunya memiliki lautan dan atmosfer. Planet induk ini hancur berkeping-keping karena bencana dahsyat.

Sabuk asteroid terletak di antara Mars dan Yupiter

Lebih lanjut dari presentasi Van Flandern’s, ‘Ledakan Planet & Alam Semesta Tanpa Ledakan’:

“Mekanisme ledakan? Kembali ke tahun 50-an, ketika hipotesa ledakan planet menjadi pandangan umum selama 200 tahun, orang-orang meneliti hal tersebut, dan ilmuwan Ramsey mengemukakan sejumlah kemungkinan bagaimana planet berukuran terrestrial bisa meledak, entah meledak ke dalam atau meledak ke luar, dengan perubahan kondisi elemen tertentu di dalam inti planet berukuran terrestrial tersebut.”

Perubahan kondisi contohnya seperti air berubah menjadi es. Terjadi kondisi tekanan dan suhu tertentu, dimana Anda bisa mendapatkan perubahan kondisi yang mengakibatkan ledakan ke dalam atau ledakan keluar secara spontan.

Namun, Ovendon menunjukkan bahwa induk dari sabuk asteroid sepertinya planet berukuran raksasa. Dia memperkirakan berukuran 90 kali massa bumi atau seukuran Saturnus. Tidak seorang pun pernah melakukan riset terhadap objek dalam rentang ukuran massa medium seperti itu.

Orang-orang telah membuat banyak penelitian tentang ledakan bintang atau Dwarf Star, tapi belum ada seorang pun yang meneliti ledakan planet, karena tidak seorang pun berpikir adanya contoh kejadian semacam itu. Jadi caranya sekarang adalah meyakinkan para astronom bahwa bukti-buktinya cukup baik sehingga penelitian dalam bidang itu dapat dilakukan.

“Kita mengetahui hal-hal tentang Yupiter, misalnya, ia memancarkan panas dalam jumlah dua kali lipat ke angkasa dari yang ia terima dari matahari. Terjadi sesuatu di dalam intinya yang tidak kita pahami, dan saya punya beberapa spekulasi seperti yang saya sebutkan dalam buku, tentang sesuatu yang mungkin terjadi. Tapi sungguh… jawabannya adalah… kita tidak tahu…”

Dalam pengumuman Pentagon mengenai penemuan air di kutub Bulan, dan konfirmasi dari teori Hoagland yang telah lama diperdebatkan mengenai keberadaan es di bulan Europa – satelit Yupiter – apakah teori bahwa planet Mars dulunya dapat dihuni, memiliki atmosfer dan lautan, terdengar aneh?

Tidakkah pengumuman terakhir tentang penemuan mikroorganisme dalam batuan di Mars setidaknya menandakan kemungkinan bahwa dahulu kala ada sebuah peradaban di Mars, sebelum suatu bencana dahsyat menghancurkan mereka?

Cukup mengejutkan, ada sejumlah bagian dalam Alkitab yang berbicara mengenai planet terrestrial lain, secara khusus planet yang dinamai para astronom sebagai Astera, planet kelima. Planet-planet ini adalah “batu-batu berapi” yang mampu menopang kehidupan, dan bahkan letak sebuah peradaban yang lebih besar dari apa yang dapat kita bayangkan.

Ilmuwan teori konspirasi dan penulis, Richard Hoagland, merujuk pada teori bahwa puing-puing angkasa yang sekarang kita lihat sebagai komet, seperti Hale-Bopp, Encke, Hyukatake, Toutatis yang melintas tahun 2004, dan asteroid-asteroid lain yang semakin banyak melintasi bumi, adalah akibat dari bencana planet dahsyat.

Hoagland bahkan menyebutkan bahwa komet adalah “pertanda kehancuran” jika mereka menjadi rapuh dan pecah, atau mengganggu orbit asteroid ketika mereka melintas (skenario yang digambarkan sebagai tabrakan asteroid dengan bumi).

Namun yang terlebih penting adalah serpihan-serpihan kosmis ini menghubungkan kita dengan peristiwa bencana dahsyat yang membentuk mereka pada awalnya.

Related

Science 8289113382954839009

Recent

item