Panduan Mengatur Keuangan di Tengah Wabah Corona

Panduan Mengatur Keuangan di Tengah Wabah Corona naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Wabah virus corona (COVID-19) yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China, pada Desember lalu, telah banyak mengubah aspek kehidupan manusia. Termasuk dalam hal kesehatan dan perekonomian.

Kehadiran wabah mematikan itu bukan hanya telah memaksa orang-orang untuk menerapkan gaya hidup sehat, tapi juga untuk lebih pandai dalam mengatur ekonomi.

Hal itu bukan tanpa alasan. Wabah COVID-19 yang sudah menginfeksi lebih dari 9,2 juta orang secara global itu telah membawa dampak negatif yang signifikan pada ekonomi banyak orang, utamanya wanita.

Menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS), di AS, orang-orang yang banyak menjadi pengangguran akibat wabah COVID-19 adalah wanita. Menurut laporan lembaga itu, lebih dari 20 juta orang yang kehilangan pekerjaan pada bulan April, sebanyak 55% adalah wanita.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa saat ini dari total seluruh tenaga kerja di AS, wanita hanya mencakup 49,2%. Itu merupakan cakupan terendah bagi tenaga kerja perempuan sejak 2008.

Keadaan ini mengkhawatirkan, mengingat bisa meningkatkan ketidaksetaraan, sebagaimana disampaikan Evelyn Zohlen, perencana keuangan bersertifikat dan pendiri Inspired Financial yang berbasis di California.

"Saya pikir lebih dari segalanya, pandemi ini baru saja memperburuk dan menyinari cahaya terang lain tentang tantangan yang dihadapi perempuan, ketidaksetaraan," kata Zohlen.

Parahnya, perempuan selama ini diketahui memiliki jumlah gaji yang umumnya lebih rendah dibandingkan laki-laki, sehingga tidak mengherankan jika di masa-masa sulit seperti ini tekanan ekonomi yang dirasakan menjadi lebih berat.

Namun demikian, para ahli mengatakan ada lima strategi umum yang dapat digunakan perempuan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Strategi itu adalah:

Megevaluasi pengeluaran

Zohlen mengatakan bahwa di tengah pandemi ini sangat penting untuk menganalisis apa yang penting dan tidak penting untuk kita, sehingga kita bisa meminimalisir pengeluaran.

"Ini adalah momen untuk benar-benar memperhatikan hal itu. Seberapa menyakitkan bagi saya untuk membuat perubahan yang saya lakukan?" kata Zohlen.

Hal senada juga disarankan oleh Alexandria Cole-Davis, seorang perencana keuangan di Facet Wealth yang berbasis di Maryland. Cole-Davis mengatakan bahwa dengan menghitung dan menganggarkan uang, maka Anda akan mendapatkan pijakan finansial yang tepat untuk jangka panjang.

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran adalah dengan mempertimbangkan untuk mencabut atau menghentikan beberapa langganan seperti TV kabel sampai keanggotaan gym.

Selalu sedia dana darurat

Menurut Cole-Davis, setelah menganalisis dan memangkas sebagian biaya, apabila ada dana lebih, maka ada baiknya mengarahkannya ke tabungan. "Jika Anda memiliki sedikit kelebihan uang tunai, gunakan untuk menabung, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," tambahnya.

Untuk dana darurat, para ahli merekomendasikan untuk memiliki tabungan, setidaknya tiga sampai enam kali jumlah biaya hidup bulanan.

Jika terasa sulit untuk mengumpulkan dana darurat dalam jumlah besar di waktu singkat, Cole-Davis menyarankan untuk mulai menabung dengan nominal kecil dan secara bertahap menambah jumlahnya.

Ia juga menyarankan untuk mengatur tabungan dengan cara semudah mungkin, seperti dengan mengatur waktu transfer reguler dan otomatis dari rekening giro ke rekening tabungan.

Tetap antusias saat bekerja meski dari rumah

Sebagian orang telah dihadapkan pada kebiasaan bekerja dari rumah atau work from home di tengah pandemi. Di AS, 42% orang Amerika yang disurvei Change Research pada bulan April melaporkan mereka bekerja dari rumah.

Namun meski bekerja di rumah, Cole-Davis mengatakan agar kita tetap fokus dan antusias dalam bekerja. "Jadilah proaktif," katanya, sebelum menambahkan untuk terus menjalin komunikasi yang baik.

"Ini semua tentang menjaga pikiran," kata Cole-Davis. "Ada begitu banyak yang berubah, jadi bersikap sangat terbuka terhadap cara-cara lain untuk bekerja dan membantu orang-orang akan benar-benar menguntungkan Anda selama masa ini."

Tetapkan batas

Menurut Zohlen, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan di dunia kerja dan menetapkan batasan agar tidak kelelahan. "Harus ada beberapa batasan," ujarnya, menambahkan bahwa itu juga berlaku untuk keluarga.

"Ada cara yang bagus untuk menetapkan batas-batas ini tanpa kedengaran mengancam, atau seperti Anda mengeluarkan ultimatum atau semacamnya," kata Zohlen. Misalnya dengan mengatakan pada atasan bahwa Anda tidak bisa diganggu dengan pekerjaan setelah pukul 5:30 karena harus mengurus anak-anak.

"Bantu atur batasan itu. Saya tahu ini sulit." jelasnya. "Kita harus melakukan beberapa swa-kebijakan untuk memastikan bahwa kita mengukur waktu yang kita butuhkan untuk mengisi ulang baterai kita,"

"Begitu banyak beban di pundak para wanita yang semuanya bekerja dari rumah dan merawat keluarga saat ini. Dan jika kita tidak berhati-hati dan rajin tentang perawatan diri, kita akan kehabisan energi dan tidak memiliki cukup untuk dibagikan dengan keluarga dan masyarakat."

Pertimbangkan peluang pendidikan

Di tengah pandemi, ada baiknya meluangkan waktu untuk meningkatkan keahlian. Apalagi untuk orang-orang yang saat ini memiliki lebih banyak waktu senggang, dan juga untuk mereka yang tidak memiliki gelar sarjana agar menempuh pendidikan, jelas Cole-Davis.

Sebab, cara itu tidak hanya akan meningkatkan kualitas diri, tapi juga berpotensi membuka gerbang untuk mendapat upah yang lebih tinggi hingga promosi.

"Saya bisa melihat banyak wanita kembali ke sekolah selama waktu ini," kata Cole-Davis.

Baca laporan lengkap » Semua Hal tentang Virus Corona, di Indonesia dan Dunia.

Related

Tips 2565900550269883033

Recent

item